Uang Tabungan Siswa Raib Ini Kata LMP

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ketua Laskar Merah Putih Ciamis, Prima Pribadi meminta pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan Inspektorat, menyikapi serius kasus uang tabungan yang tidak bisa diambil dengan dalih dipinjam guru.

Kalau dilihat dari riwayat dan prosedur pinjam meminjam, seharusnya ada akad lebih dulu dari guru kepada si pemilik uang di tabungan sekolah. Jika tidak ada itu, maka itu bukan lagi perkara pinjam meminjam, tetapi perkara pidana penggelapan uang.

“Kasihan siswa sudah lulus, tabungannya tidak bisa diambil. Dengan dalih dipinjam guru. Segera kembalikan, karena itu hak siswa,” kata Prima.

Guru bisa saja meminjam ke bank untuk mengembalikan uang tabungan siswa yang sudah dimanfaatkannya secara sepihak.

“Bisa saja pinjam ke bank dan dibayar dengan mencicil, atau dengan cara lain. Sebelum masalah ini dipidanakan,” kata dia.

Laskar Merah Putih juga akan memantau sejumlah dugaan tabungan siswa yang gagal bayar dari sekolah pada saat siswa akan mengambil. Karena uang tersebut pasti dibutuhkan oleh siswa.

Prima menilai, mentalitas guru yang baru menyeselaikan masalah ketika masalah tersebut sudah ramai di media massa.

Harusnya kata dia, setiap masalah yang bisa mencoreng profesi dan lembaga, baik sekolah dan dinas pendidikan, harus segera diatasi tanpa menunggu ramai di publik melalui media massa.

Prima mencotohkan pengembalian uang tabungan siswa di SDN 3 Bunter Ciamis, menurut Prima ada kejanggalan.

“Masa lulus sudah beberapa bulan lalu, baru tabungan baru diserahkan hari Kamis, (28/07/2022). Seharusnya dibagikan tanggal (25/06/2022) dan itu setelah adanya pemberitaan dari salah satu media online.

“Menurut saya itu aneh, jangan memperlihatkan kebodohan dong,” tegas Prima.

Dari riwayatnya uang itu dipakai tanpa akad pinjam meminjam, artinya itikadnya tidak baik, dan itu jelas penggelapan uang.

“Jangan buka ruang aparat hukum masuk dan mengusut perkara ini,” kata Prima.

Ditempat terpisah Inspektorat Ciamis melalui Irbansus Saeful menjelaskan masalah penanganan tabungan siswa pihaknya sudah melakukan empat kali pemanggilan, sekarang ke lima kali.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin malahan kita meminta pelaporan dari Dinas Pendidikan melalui Kabid SD untuk melaporkan perkembangan ke Inspektorat setiap bulan yang selanjutnya untuk dilaporkan ke Bupati Ciamis. Hari ini kita akan turun langsung ke lapangan,” kata Saeful.

BACA JUGA: Duh, Tabungan Salah Satu Siswa SD di Ciamis Belum Dibagikan

Sementara untuk masalah pengembalian uang tabungan senilai Rp. 30.200.000 Saeful juga menjelaskan, pihak Inspektorat belum menerima laporan.

BACA JUGA: Ampera Waterpark Ciawi Bagai di Negeri Dongeng

“Kami belum menerima laporan dari Dinas Pendidikan,” ujarnya. (Dadan/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan