Video Tiktok Bupati Garut; Ini kata Adang Mesa

infopriangan.com, BERITA GARUT.  Banyaknya kecaman terhadap Video Tiktok Bupati Garut, Rudy Gunawan bersama jajaran Tenaga kesehatan RSUD Dr Slamet di Lombok beberapa waktu lalu membuat pihak RS angkat bicara, melalui Humas RSUD Dr Slamet, Adang Mesa.

Dikatakan Adang Mesa, keberangkatan para dokter bersama jajaran Tenaga keksehatan RSU ke Lombok, dalam rangka menerima sebuah penghargaan. Karena sela dua tahun mereka bertempur dengan Covid -19.

IMG-20260217-WA0014

Kegiatan tersebut sebenarnya sudah lama direncanakan, namun baru terealisasi di akhir tahun ini. Hal itu dikarenakan kondisi serta situasinya beberapa waktu lalu tidak memungkinkan. Sementara sekarang kondisinya sudah membaik.

Sementara anggaran yang dipakai dalam agenda ini, menggunakan anggaran dari BLUD Dr. Slamet Garut. Karena pendapatan yang mereka raih melebihi ekspektasi dalam tahun ini.

Penjelasan dari Humas RSU dr. Slamet mendapat tanggapan dari SIAGA 8. Menurut Hasanudin dan Koordinator Siaga 8, Windan Jatnika, SH. Penjelasan dari pihak RSU sedikit berbeda dengan keterangan Bupati Garut, H. Rudy Gunawan sebelumnya.

Saat itu bupati menyebutkan, bahwa RSUD dr Slamet mengadakan rapat evaluasi penanganan Covid-19 dan peningkatan kapasitas managemen untuk pelayanan RSUD Tahun 2022. Selain itu ada juga rencana kerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan sistem e-BLUD di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jadi kesamaannya hanya pada bentuk kegiatannya, yakni Rapat Evaluasi.

Jika benar kegiatan tersebut adalah “Rapat Evaluasi” yang dananya bersumber dari anggaran BLUD, RSU dr. Slamet, maka patutlah diduga sebagai pemborosan dan ketidakpatuhan pada penentuan skala prioritas pengeluaran anggaran. Oleh sebab, jika hanya “Rapat Evaluasi”, dapatlah dilaksanakan di Garut” jelas Hasan.

Bepergian keluar kota (Lombok), bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) dan protokol penanganan kebencanaan. Apalagi ditengah munculnya varian baru yang berpotensi menimbulkan gelombang ketiga.

Jika terdapat kelebihan pendapatan RSUD, ada baiknya digunakan pada prioritas tenaga nakes dan tenaga pendukung yang perlu mendapat insentif tambahan. Begitu juga untuk sarana/prasarana penunjang penanganan Covid-19.

“Sebagaimana kita ketahui, saat ini terjadi keterbatasan tabung oksigen atau alat bantu pernafasan di RSUD dr. Slamet pada saat pandemi gelombang kedua Mei-Agustus 2021,” jelas Hasanudin dan Windan.

Windan menegaskan, kegiatan di Lombok tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif dari karyawan RSUD lainnya. Yang nantinya akan berdampak pada spirit kerja, dimana pejabat RSUD bepergian dan rapat kerja di objek wisata yang jauh “Lombok” dan eklusif, dalam suasana siaga bencana Covid-19.

BACA JUGA: PWI Peduli Melalui Info Priangan Serahkan Bantuan

Atas hal tersebut jelas Windan, pihaknya meminta DPRD Garut untuk menggunakan fungsi pengawasannya, dengan melakukan penyelidikan dan memintai keterangan penggunaan anggaran BLUD dr. Slamet Garut. Baik pada anggaran yang digunakan pada kegiatan tersebut, atau keseluruhan pengeluaran anggaran tahun 2021, dan segera menyampaikan pendapatnya.

BACA JUGA: Wajah Baru Alun-Alun Garut Akan Diresmikan

“Kami juga meminta BPK RI Perwakilan Jawa Barat untuk melakukan Audit Investigatif atau Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu anggatan BLUD RSU dr. Slamet,” pungkasnya. (Yayat R/IP)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan