Wacana Ketua PGRI Ciamis dari Kalangan Pengusaha Muncul
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemilihan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2025 mulai menyedot perhatian publik. Salah satu pandangan yang muncul datang dari Ketua Forum Peduli Masa Depan Ciamis, Andi Fikri, yang secara terbuka menyampaikan gagasan tak biasa: ketua PGRI bisa saja dari kalangan pengusaha.
“Saya tahu ini bukan pandangan umum,” ujar Andi saat ditemui usai diskusi pendidikan akhir pekan lalu. “Tapi bukankah kita harus berani berpikir out of the box? Selama ini ketua PGRI selalu dari kalangan guru. Sekali-kali, kenapa tidak kita coba dari kalangan pengusaha?”
Andi menegaskan bahwa usulannya bukan tanpa alasan. Andi melihat potensi besar jika seorang pengusaha memimpin organisasi guru, khususnya dalam hal dukungan terhadap kesejahteraan guru dan inovasi pendidikan.
“Pengusaha punya fleksibilitas dalam mengambil keputusan, punya jaringan luas, dan yang paling penting, bisa memberi solusi nyata, bukan sekadar janji. “Kalau ada program pendidikan yang butuh sokongan dana atau koneksi, pengusaha lebih mudah gerak. Itu fakta,” jelas Andi.
Andi juga menyinggung soal perhatian yang selama ini dinilai kurang terhadap kondisi riil guru di lapangan. Menurutnya, dengan hadirnya sosok non-guru yang memiliki kemampuan manajerial dan finansial, banyak permasalahan bisa diurai lebih cepat dan tepat.
Namun demikian, Andi menyadari bahwa ide tersebut akan menimbulkan pro dan kontra, bahkan kemungkinan besar berbenturan dengan regulasi internal PGRI sendiri.
“Saya tidak bilang harus pengusaha. Tapi mari kita buka ruang diskusi. Toh keputusan akhirnya tetap ada di tangan pengurus dan anggota PGRI sendiri.Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Ini hanya perspektif alternatif,” ucap Andi.
Andi juga menekankan bahwa wacana ini bukan untuk membenturkan kepentingan, melainkan untuk memantik pemikiran baru dalam memajukan organisasi profesi guru di era yang semakin kompleks.
“Selama ini kita terlalu nyaman dengan pola lama. Padahal tantangan pendidikan ke depan menuntut lompatan besar. Jangan sampai PGRI hanya jadi simbol, tapi tak mampu menjawab kebutuhan nyata guru di lapangan,” katanya kritis.
Meski begitu, jika mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI, posisi Ketua di semua tingkat kepengurusan harus berasal dari kalangan anggota, yaitu guru atau tenaga kependidikan, baik yang masih aktif maupun purnabakti. Dengan demikian, secara struktural, wacana menjadikan pengusaha sebagai ketua bertentangan dengan aturan organisasi.
Menanggapi hal itu, Andi menyatakan bahwa dirinya paham aturan tersebut. Namun, menurutnya, regulasi bukan kitab suci yang tidak bisa dikaji ulang.
“Kalau niatnya baik untuk kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru, kenapa tidak dibuka kemungkinan amandemen? Kita harus berani jujur, apakah struktur yang ada sekarang sudah cukup kuat menjawab tantangan zaman?” ujar Andi.
BACA JUGA: Ayah Ciamis Ditangkap: Perkosa Anak Kandung, Gegerkan Warga
Meski demikian, Andi menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mengkampanyekan sosok tertentu atau memiliki kepentingan pribadi dalam pemilihan Ketua PGRI nanti.
“Saya hanya mengusulkan gagas hub dengan ide baru. Kadang, kemajuan lahir dari keberanian mempertanyakan hal yang selama ini dianggap tabu,” tutupnya.
Wacana ini menjadi menarik karena membuka ruang perdebatan tentang siapa sebenarnya yang layak memimpin organisasi profesi seperti PGRI. Apakah harus selalu dari kalangan internal, atau mungkinkah dibuka untuk sosok luar yang diyakini mampu membawa terobosan? Semua akan kembali kepada keputusan bersama para anggota PGRI Kabupaten Ciamis. (Eddy/ infopriangan.com)

