Warga Banjar Desak Perbaikan Jalan dan Lapangan Kerja
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Reses anggota DPRD Kota Banjar masa persidangan I tahun sidang 2025–2026 kembali menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan beragam aspirasi.
Dalam forum tatap muka itu, warga dari berbagai wilayah menyuarakan kebutuhan yang selama ini mereka rasakan belum terjawab. Infrastruktur, lapangan kerja, dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan dasar menjadi sorotan utama.
Salah satu persoalan yang cukup mencolok adalah kondisi jalan menuju SMKN 2 Banjar. Warga Cipadung mengeluhkan jalan yang sudah lama rusak namun tidak kunjung diperbaiki. Menurut penuturan warga, perbaikan terakhir dilakukan pada tahun 2007.
Setelah itu, meski telah berulang kali diusulkan, jalan tersebut tidak juga mendapat perhatian.
“Sudah kecil, rusak lagi. Kami hanya berharap segera ada perbaikan,” kata Herdi, salah seorang warga setempat. Rabu, (27/8/2025).
Keluhan itu tidak berdiri sendiri. Infrastruktur lain di beberapa wilayah juga disebut mengalami kondisi serupa. Masyarakat menilai bahwa keberadaan akses jalan yang baik bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian lokal. Jalan yang rusak dinilai memperlambat distribusi hasil pertanian dan menambah biaya transportasi warga.
Selain infrastruktur, isu lain yang mencuat adalah keterbatasan lapangan kerja di Kota Banjar. Warga menuturkan bahwa minimnya investor yang masuk membuat kesempatan kerja semakin sulit didapatkan, terutama bagi para pemuda. Hal ini berimbas pada meningkatnya angka pengangguran dan kurangnya daya saing ekonomi masyarakat.
“Jalan rusak dan minimnya lapangan kerja harus jadi perhatian pemerintah,” ungkap seorang warga dalam forum reses tersebut.
Reses sendiri merupakan agenda rutin yang wajib dijalankan oleh anggota DPRD. Tujuannya, agar wakil rakyat benar-benar bisa mendengar suara konstituen di daerah pemilihannya masing-masing. Dalam kesempatan kali ini, warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyuarakan persoalan nyata yang mereka alami sehari-hari.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, anggota DPRD Kota Banjar menegaskan bahwa setiap masukan akan dicatat dan diperjuangkan melalui jalur kebijakan. Mereka mengingatkan bahwa reses bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah kewajiban moral dan politik untuk menyalurkan suara rakyat.
“Kami akan menampung seluruh masukan ini dan memperjuangkannya di DPRD. Aspirasi warga menjadi dasar penting untuk arah pembangunan di Banjar,” ucap salah satu legislator yang hadir.
BACA JUGA: RSUD Ciamis Perkuat Upaya Cegah dan Obati TBC
DPRD juga berkomitmen mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus pada kebutuhan mendasar masyarakat. Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, penyediaan lapangan kerja melalui investasi, serta peningkatan layanan publik disebut harus menjadi prioritas utama.
Bagi warga, kehadiran wakil rakyat di tengah mereka memberikan harapan bahwa suara yang selama ini sulit didengar bisa sampai ke tingkat kebijakan. Mereka berharap agar keluhan tidak berhenti hanya pada tahap pencatatan, melainkan benar-benar ditindaklanjuti.
Melalui reses ini, terlihat jelas bahwa masyarakat Banjar mendambakan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan mereka. Jalan yang layak, lapangan kerja yang tersedia, dan perhatian pemerintah pada kebutuhan dasar diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup warga. Aspirasi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang berpihak pada rakyat. (Johan,/infopriangan.com)

