Warga Cicapar Desak Kepala Desa Mundur Segera
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, kembali menyuarakan tuntutan mereka kepada Kepala Desa Imat Ruhimat terkait ketidakmampuannya memenuhi janji terkait pengembalian dana desa. Kamis, (16/01/2025).
Aksi ini merupakan bentuk protes atas ketidakmampuan Imat untuk menepati janjinya dalam menyelesaikan program APBDes 2024 yang bernilai Rp464 juta.
Janji yang disampaikan oleh Imat Ruhimat sebelumnya adalah menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan dana desa tersebut pada 15 Januari 2025. Namun, kenyataannya, hingga batas waktu yang dijanjikan, tidak ada langkah nyata yang diambil oleh kepala desa untuk menyelesaikan kewajibannya tersebut. Keadaan ini membuat warga semakin kecewa dan merasa ditipu.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Imat Ruhimat mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa menepati janji tersebut karena menghadapi berbagai kendala di lapangan. Ia mengklaim, masalah yang dihadapi cukup kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.
“Saya serahkan nasib saya kepada masyarakat. Jika masyarakat ingin melaporkan hal ini ke pihak berwajib, saya persilakan,” ujarnya dengan nada pasrah.
Imat Ruhimat lebih lanjut menambahkan bahwa dirinya merasa malu karena tidak bisa menepati janji yang telah disampaikan kepada warga. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tetap bertanggung jawab atas permasalahan yang ada.
“Saya meminta sedikit waktu lagi untuk mempertanggungjawabkan permasalahan yang ada di APBDes 2025,” ungkapnya dengan rasa sesal.
Meskipun demikian, aksi warga yang digelar di kantor desa menunjukkan ketegasan mereka dalam menuntut perubahan.
Salah satu warga, Hardianto, menyatakan bahwa mereka tidak lagi percaya kepada kepemimpinan Imat Ruhimat. Menurutnya, kepala desa sudah melanggar komitmennya terkait realisasi APBDes 2024 yang seharusnya terealisasi pada 15 Januari 2025. Namun hingga saat ini, tidak ada langkah konkrit yang diambil oleh pihak desa untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Kami datang ke sini untuk menuntut agar kepala desa mundur. Janji yang sudah disepakati sebelumnya tidak pernah ditepati,” kata Hardianto dengan tegas.
Pendapat senada juga disampaikan oleh Jimin, seorang warga lainnya, yang menilai bahwa kepemimpinan Imat Ruhimat sudah tidak lagi layak dijalankan. Menurutnya, seorang pemimpin seharusnya memiliki rasa malu dan bertanggung jawab atas tindakannya.
“Kami tidak butuh pemimpin yang muda dan terdidik, tapi tidak memiliki rasa malu. Kami butuh pemimpin yang amanah, yang benar-benar menjalankan tugasnya dan memajukan desa,” ujar Jimin dengan penuh penekanan.
Warga Desa Cicapar merasa bahwa pemimpin yang gagal memenuhi janji hanya akan membawa desa ini pada kemunduran. Mereka menuntut agar Imat Ruhimat segera diproses secara hukum jika memang ada unsur penyalahgunaan wewenang atau tindak pidana yang dilakukan dalam pengelolaan dana desa tersebut.
“Kami meminta agar kepala desa segera diproses secara hukum dan mundur dari jabatannya. Sudah tidak layak lagi untuk memimpin desa ini,” tambah Jimin dengan tegas.

BACA JUGA: Forum Konsultasi Publik Bahas RKPD 2026
Aksi ini mengundang perhatian banyak pihak, baik dari masyarakat desa maupun kalangan luar yang merasa tergugah akan ketidakadilan yang dirasakan oleh warga Cicapar. Janji-janji yang tidak ditepati oleh seorang pemimpin tentunya akan berdampak buruk pada kepercayaan masyarakat. Dalam hal ini, warga Desa Cicapar merasa kecewa dan tidak ingin lagi memberikan kesempatan kepada pemimpin yang tidak mampu menunaikan tanggung jawabnya.
Kepala Desa Imat Ruhimat kini berada dalam posisi yang sulit. Sebagai seorang pemimpin, ia harus mampu menjawab tuntutan warganya dan membuktikan bahwa ia masih pantas memimpin desa tersebut. Namun, jika tidak segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini, bukan tidak mungkin ia akan semakin kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan menghadapi proses hukum yang bisa merugikan karier politiknya.
Warga Desa Cicapar berharap agar ada kejelasan dan penyelesaian yang cepat terkait masalah ini. Mereka menginginkan seorang pemimpin yang bisa dipercaya, mampu memenuhi janji, dan membawa kemajuan bagi desa mereka. Seiring berjalannya waktu, tuntutan warga semakin menguat, dan kepala desa Imat Ruhimat harus segera memberikan solusi yang memadai agar tidak terjadi ketegangan lebih lanjut yang bisa mempengaruhi keharmonisan di dalam masyarakat. (Revan, Rizky/infopriangan.com)

