Warga Cisompet Terima Kartu Tani Untuk Pupuk Subsidi
infopriangan.com, BERITA GARUT. Selama ini harga pupuk sangat mahal. Selain mahal, di pasaran juga sudah mulai langka. Apalagi, untuk mendapatkan pupuk subsidi.
Apalagi di tingkat pengecer, tidak ada pembeda antara pupuk subsidi dan pupuk non subsidi. Sama-sama mahal. Kondisi seperti ini jelas membuat para petani khawatir.
Seperti yang dirasakan petani di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kekhawatiran petani sedikit mereda, setelah pemerintah meluncurkan program Kartu Tani.
Meski kartu tani tersebut baru bisa digunakan Desember mendatang. Saat ini baru sampai pada tahap penyerahan buku rekening bank plus kartu tani kepada petani yang namanya tercatat sebagai penerima kartu tani.
Penyalurannya dipercayakan kepada Bank BRI. Untuk Kecamatan Cisompet petani yang berhak menerima kartu tani berjumlah 12.000 orang.
Menurut salah seorang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Cisompet, kartu tani tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Terutama pupuk jenis urea dan PK.
“Bukan berarti mendapatkan pupuk secara gratis seperti kabar yang selama ini beredar di masyarakat,” katanya. Kamis, (10/11/2022).
Menurutnya, pada Desember nanti para petani dapat membeli pupuk bersubsidi di E-Warung yang telah ditunjuk dengan memperlihatkan kartu tani kepada pemilik E-Warung.
Pemilik E-Warung akan mengecek kartu di mesin ATM untuk mengetahui ambang batas petani bisa membeli pupuk.
Sebab lanjutnya, jumlah pembelian pupuk akan berbeda-beda. Sesuai dengan luas lahan yang dimiliki petani.
Sementara itu berdasarkan data di UPT Pertanian Cisompet, peluncuran kartu tani telah beberapa tahun lalu dilakukan. Warga Cisompet sudah banyak yang memilikinya, namun untuk tahun ini jumlah penerimanya lebih banyak.
Salah seorang petani di Cisompet, Sumarna menduga dengan memiliki kartu, petani bisa memperoleh pupuk secara gratis. Atau bisa mencairkan uang bantuan dari masing-masing rekening yang telah dibagikan.
BACA JUGA: Pelantikan Perangkat Desa Kertahayu Pamarican
Namun begitu dengan memiliki kartu tani, membeli pupuk bersubsidi akan lebih mudah.
Sementara itu E-Warung yang ditunjuk untuk melayani para pemegang kartu tani baru ada satu warung.
Hal ini pun banyak menuai kritik masyarakat. Sebab dikhawatirkan tidak akan optimal melayani belasan ribu orang pembeli pupuk subsidi. (Liklik Sumpena/IP)

