Warga di Ciamis Terjangkit DBD, Dua Meninggal

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebanyak 10 orang warga di Kabupaten Ciamis, duga terjangkit penyakit DBD. Bahkan dua orang diantaranya meninggal dunia.

Kedua korban yang meninggal semuanya berdomisili di Dusun Sukamenak, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis.

Berdasarkan penelusuran infopriangan.com, Rabu (8/1/2020) di seputar kediaman korban bernama Lola (16) di dusun sukamenak rt 10/1, tampak warga sedang sibuk mengurus jenazah korban.

Sementara Yahya ( 65) orang tua korban mengaku terpukul dan merasa kehilangan atas kepergian anaknya. “Kami sangat kehilangan. Anak saya meninggal di RSU Banjar pada Rabu 08 Januari 2020,” ungkap Yahya.

Lebih jauh Yahya menuturkan, awalnya korban mengalami demam demam, maka dia membawanya untuk berobat ke puskesmas.

“Setibanya di Puskesmas anak kami di periksa dan diberikan obat, namun tidak didapatkan keterangan dari pihak puskesmas terkait penyakit almarhum.

Beberapa hari di rumah, anak kami tak kunjung sembuh bahkan demamnya semakin tinggi, kami pun membawanya ke RSU Banjar

“Pada hari keempat dalam dirawat Rumah Sakit anak kami meninggal dunia. Berdasarkan keterangan dari rumah sakit anak kami demam berdarah,” terangnya.

Di tempat terpisah, warga masyarakat Dusun Sukamenak, Asep, mengaku sangat khawatir dan prihatin atas musibah demam berdarah yang menjangkiti warga.

Menurutnya, sebelum jatuh korban, ketua RT telah melaporkan kepada pihak Puskesmas, bahwa di wilayahnya ada 10 orang yang terjangkit DBD.

Namun dirinya menyayangkan lambatnya respon dari pemerintah. “Setelah beberapa hari pasca kejadian, bahkan sampai menelan satu korban jiwa, pihak Dinas kesehatan menerjunkan petugasnya ke lapangan,” ujar Asep.

Saat ini, Dinas Kesehatan terus melakukan pemeriksaan dan rencananya akan melakukan penyemprotan (voging).

Dengan adanya kejadian tersebut, kata Asep, diharapkan petugas kesehatan baik yang ada di kecamatan maupun di kabupaten siap tanggap manakala ada laporan kejadian.

“Jangan sampai setelah jatuh korban baru beramai-ramai terjun ke lapangan. Seharusnya lakukanlah pencegahan dan pemeriksaan sebelum jatuh korban lainnya,” tutup Asep. (Koes/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan