Warga Mulyasari Geger, Pria 38 Tahun Ditemukan Tergantung
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Desa Mulyasari, Kecamata Jatinagara, Kabupaten Ciamis, digemparkan oleh penemuan seorang pria yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi tergantung di sebuah pohon di Blok Pasirtereup RT 004/RW 009. Rabu, (1/10/2025).
Pria tersebut diketahui bernama Ibah (38), warga Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Ciamis. Ia ditemukan pertama kali oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian pada pagi hari. Temuan ini sontak membuat masyarakat sekitar kaget sekaligus prihatin.
Kepala Desa Mulyasari, Didin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa korban memang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.
“Benar, yang bersangkutan warga Desa Mulyasari Kecamatan Jatinegara. Dari informasi yang kami terima, korban memang mengalami gangguan jiwa,” ujar Didin saat dikonfirmasi.
Menurut keterangan warga, tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. Aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa hingga akhirnya tubuh korban terlihat tergantung di sebuah pohon. Warga yang menemukan langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak desa dan aparat keamanan.
Aparat kepolisian bersama perangkat desa kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Petugas mengevakuasi korban dengan hati-hati dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait latar belakang peristiwa tersebut.
Didin menambahkan, pihaknya turut berduka dan meminta masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan.
“Kami mengimbau agar warga tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita doakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik,” ucapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa kesehatan jiwa juga sangat penting diperhatikan.
“Kita sering hanya fokus pada kesehatan fisik, padahal mental juga tidak kalah penting. Jika ada keluarga atau tetangga yang mengalami gangguan, mari kita rangkul bersama-sama,” katanya.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat korban. Beberapa warga yang hadir di lokasi mengaku merasa kehilangan, meskipun mereka memahami kondisi korban yang selama ini kurang stabil.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penyebab kematian. Namun, dari keterangan awal dan pengakuan pihak desa, korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri. Meski demikian, proses penyelidikan masih akan dilanjutkan untuk memastikan kronologi yang sebenarnya.
BACA JUGA: Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Ciamis Khidmat
Kasus ini menjadi perhatian serius di tengah masyarakat. Banyak yang berharap agar pemerintah daerah lebih memperhatikan persoalan kesehatan jiwa di desa-desa, mengingat masih minimnya fasilitas dan pendampingan khusus bagi warga yang mengalami gangguan mental.
“Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, pentingnya dukungan moral, sosial, dan medis untuk penderita gangguan jiwa. Jangan sampai mereka merasa sendirian menghadapi masalah,” ujar seorang warga lain yang enggan disebut namanya.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti rumah duka saat warga berdatangan memberikan belasungkawa. (Redaksi)

