Warga RW 07 Hegarsari Perbaiki Jalan
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Warga Lingkungan RW 07 Kebon Kelapa, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, memilih mengambil inisiatif memperbaiki jalan lingkungan secara swadaya setelah lama menunggu kepastian perbaikan dari pemerintah yang tidak kunjung terealisasi.
Jalan tersebut merupakan akses alternatif penting menuju Pasar Banjar yang setiap hari dilalui warga untuk berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
Kondisi jalan yang rusak dinilai sudah membahayakan keselamatan pengguna, terutama saat musim hujan.
Permukaan jalan yang berlubang dan licin kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh dan mengalami kecelakaan ringan. Meski statusnya bukan jalan utama kota, fungsinya dinilai strategis karena menghubungkan beberapa lingkungan permukiman dengan pusat aktivitas warga.
Tokoh masyarakat RW 07, H. Dede Aridi, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang jelas. Ia menyebut ketidakpastian waktu perbaikan menjadi alasan utama warga akhirnya bergerak sendiri.
“Kalau hanya menunggu anggaran pemerintah, kami khawatir kecelakaan akan terus terjadi. Jalan ini sangat licin saat hujan dan berbahaya, sementara sampai sekarang belum ada kejelasan kapan diperbaiki,” ujar H. Dede Aridi. Minggu, (25/01/2026).
Ia menjelaskan, jalan tersebut setiap hari dilalui warga yang bekerja, berdagang ke Pasar Banjar, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, menunggu dalam kondisi jalan seperti itu bukan lagi pilihan yang aman bagi warga.
“Daripada menunggu tanpa kepastian, warga sepakat bergotong royong. Ini murni demi keselamatan bersama,” katanya.
Perbaikan dilakukan secara sederhana dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki warga. Lubang-lubang jalan ditutup dan permukaan diratakan menggunakan material seadanya agar lebih aman dilalui, meski belum memenuhi standar perbaikan permanen.
“Hasilnya memang belum sempurna, tapi setidaknya sekarang sudah lebih layak dan tidak terlalu berisiko. Manfaatnya langsung dirasakan,” lanjutnya.
Ketua RW 07, Ida, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas sosial warga di tengah keterbatasan. Ia mengaku bangga karena warga rela meluangkan waktu, tenaga, bahkan biaya secara swadaya untuk kepentingan bersama.
“Dengan peralatan sederhana dan kemampuan yang terbatas, warga tetap semangat. Jalan ini mungkin kecil, tapi perannya besar karena menghubungkan banyak aktivitas kehidupan warga,” ujar Ida.
Namun di balik semangat gotong royong itu, Ida menilai kondisi tersebut juga menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa inisiatif warga tidak dimaksudkan untuk menggantikan tanggung jawab negara dalam penyediaan infrastruktur dasar.
“Kami berharap pemerintah lebih peka terhadap kondisi jalan lingkungan yang langsung berdampak pada keselamatan dan ekonomi warga. Apa yang kami lakukan ini bukan untuk mengambil alih peran pemerintah,” tegasnya.
BACA JUGA: Dua Pohon Kelapa Tumbang Timpa Jalur Listrik PLN
Menurutnya, aksi swadaya tersebut justru harus dipandang sebagai sinyal bahwa kebutuhan masyarakat bersifat nyata dan mendesak. Ia berharap perbaikan permanen tetap menjadi perhatian agar keselamatan warga terjamin dalam jangka panjang.
“Gotong royong ini adalah bentuk kepedulian, sekaligus pengingat bahwa masih ada kebutuhan dasar yang belum terjawab,” pungkas Ida. (Johan)

