Warga Sukamukti Dikejutkan Aksi Geng Motor Brutal

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Warga Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, kembali dikejutkan oleh aksi kekerasan jalanan yang dilakukan oleh sekelompok geng motor. Seorang tukang cukur bernama Jajang Herdi menjadi korban pengeroyokan brutal pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025, sekitar pukul 02.30 WIB.

Korban diketahui mengalami luka cukup parah dan harus menjalani perawatan intensif setelah diserang secara membabi buta oleh kelompok yang diduga kuat merupakan geng motor saingan.

Pihak kepolisian merespons cepat kejadian ini. Kapolres Banjar, AKBP Tyas Puji Rahadi melalui Kasat Reskrim Iptu Heru Samsul Bahri menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menetapkan tiga tersangka, sementara lima orang lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Hasil pemeriksaan terhadap 12 saksi dan sejumlah barang bukti mengarah pada tiga tersangka yang kini resmi kami tahan. Lima pelaku lain masih dalam pengejaran,” kata Iptu Heru saat konferensi pers di Mapolsek Pataruman. Rabu, (09/07/2025).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial AH, RASH, dan FS. Ketiganya dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama, serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Motif aksi pengeroyokan ini terbilang klasik namun berbahaya: balas dendam antar geng motor. Dari hasil penyelidikan, diketahui para pelaku tidak terima karena bendera kelompok mereka dirampas oleh geng rival, dan Jajang Herdi sendiri diduga merupakan korban salah sasaran.

“Menurut pengakuan para pelaku, tindakan kekerasan ini dilakukan sebagai bentuk pembalasan karena bendera kelompok mereka dirampas. Ini bukan sekadar perkelahian biasa, tapi bentuk kekerasan terorganisir,” ujar Heru.

Fakta ini menyoroti fenomena geng motor yang masih menjadi momok di berbagai wilayah, termasuk Kota Banjar. Keberadaan mereka tak hanya mengganggu ketertiban, tapi juga mengancam keselamatan publik.

Dalam penyidikan, polisi mengamankan berbagai barang bukti yang memperkuat keterlibatan para pelaku. Di antaranya pecahan botol miras anggur ginseng hijau, pakaian korban yang penuh darah, pakaian tersangka, dua batu yang diduga digunakan untuk menyerang, serta dua unit sepeda motor lengkap dengan kunci kontak.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa korban diserang secara tiba-tiba saat berada di sekitar tempat tinggalnya. Ia dikepung, dipukuli, dan dilempari benda keras hingga mengalami luka serius.

Polres Banjar dengan tegas menyatakan tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan tuntas hingga semua pelaku ditangkap.

“Kami tidak akan mentoleransi aksi premanisme dan kekerasan. Kota Banjar harus tetap aman, dan kami akan terus kejar pelaku lainnya sampai tertangkap,” tegas Kasat Reskrim.

Kejadian ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak, t swerutama masyarakat. Peran warga dalam mencegah berkembangnya kelompok-kelompok kekerasan sangatlah penting. Kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, munculnya kembali geng motor sebagai pelaku kekerasan menandakan bahwa penanganan akar masalah, seperti pendidikan karakter, pembinaan remaja, dan pengawasan lingkungan sosial masih lemah.

BACA JUGA: Aksi Warga Cicapar Desak Kades Dicopot dari Jabatan

Mengandalkan aparat saja tak cukup. Diperlukan sinergi antara masyarakat, keluarga, dan institusi pendidikan untuk mencegah anak muda terseret dalam pusaran kekerasan jalanan.

Kasus pengeroyokan di Banjar bukan hanya soal hukum, tapi juga soal bagaimana negara, masyarakat, dan individu bersama-sama menciptakan ruang publik yang aman. Jika dibiarkan, geng motor bukan hanya menebar teror, tapi juga menumbuhkan budaya kekerasan yang sulit diberantas.

Mari waspada, berani melapor, dan peduli terhadap lingkungan. Karena keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga kita semua. (Johan, infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan