Pelatihan Olahan Ikan dan Pangan Desa Bangunharja

infopriangan.com, BERITA CIAMIS.  Desa Bangunharja memiliki banyak potensi baik potensi Sumber Daya Alam maupun potensi Sumber Daya Manusia. Sebagai desa penyangga Kota Banjar maupun Provinsi Jawa Tengah, Desa Bangunharja dituntut mampu bersaing dengan daerah tetangga dalam berbagai segment agar terhindar dari ketertinggalan.

Salah satu potensi yang diunggulkan saat ini adalah Desa Bangunharja sudah ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya Nila.

Ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022 serta banyaknya IKM/UMKM yang mulai menggeliat menembus Pasar Global.

Hal ini perlu disikapi serius oleh Pemerintah Desa dan Pemerintah diatasnya agar potensi yang ada dapat menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat Desa Bangunharja yang pada akhirnya dapat menghasilkan Pendapatan Asli Desa.

Pelatihan olahan ikan dan olahan pangan lainnya bekerjasama dengan INOVAK INSTITUTE Kota Tasikmalaya sebagai lembaga yang akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan.

Pelatihan ini diikuti oleh kelompok pembudidaya ikan serta pengrajin olahan makanan yang merupakan potensi alam ciri khas Desa Bangunharja.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan pelatihan komprehensif pengembangan olahan ikan dan olahan pangan lainnya di Desa Bangunharja adalah:

a. Pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam yang ada di Desa Bangunharja.
b. Mendorong semangat wirausaha.
c. Menciptakan pelaku IKM/UMKM yang berdaya saing.
d. Meningkatkan keahlian melalui update keilmuan, praktek, Teknologi Tepat Guna/TTG dan akses pasar.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Ciamis, Yana D. Putra dan ditutup oleh Kepala Desa Bangunharja, Carikin, S.Ag., M.Pd.I.

Undangan yang hadir dalam pembukaan
diantaranya Kadis DPMD Ciamis, Kadis Pariwisata, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan, Kasdisnakan, Plt Camat Cisaga, Kapolsek, Danramil, Ketua BPD serta para ketua Kelembagaan yang ada di Desa Bangunharja.

Materi pelatihan yang disampaikan:
1. Pengolahan ikan nila menjadi produk bernilai tambah (khusus kelompok pengrajin ikan nila).
2. Perubahan mindset pengembangan potensi olahan pangan lokal dan re-orientasi produk untuk peningkatan nilai jual.

3. Formula bumbu dasar dan penggunaan GI dan B5.
4. Inovasi proses pengolahan dalam produksi untuk perbaikan kualitas dan inovasi produk sesuai kaidah pangan.

5. Branding dan visualisasi produk yang tepat sesuai dengan segmen pasar untuk
meningkatkan nilai jual produk.
6. Strategi dan cara perhitungan bisnis yang tepat untuk penentuan harga pokok produk dan tiga tingkatan harga jual sesuai level distribusi.

7. Langkah praktis tata kelola administrasi usaha bagi IKM/UMKM dan strategi pemasaran offline sebagai perencanaan penetrasi retail pasar modern.
8. Pemilihan jemasan untuk produk pangan:
a. Penggunaan teknologi tepat guna (TTG),
b. Pembuatan kemasan custom,
c. Pembuatan kemasan inoco.

9. Penggunaan teknologi tepat guna (TTG)
Penggunaan mesin kemasan (Continuous bandsealer, heatgun, mesin vaccuum, spinner, food dehidrator modern machine, stemper expire date, nitrogen filler, termometer produksi).
10. Strategi promosi di sosial media sesuai dengan segmentasi produk melalui Copywriting.

11. Pengelolaan akun seller Shopee untuk pemanfaatan fitur peningkatan penjualan secara optimal.
12. Konsep fotografi dengan fokus optimalisasi pada keunggulan produk dengan penggunaan aplikasi untuk editing foto sebagai bahan promosi produk.

Praktek:
1. Praktek pembuatan produk berbahan dasar ikan nila untuk peningkatan nilai tambah.
2. Praktik pengemasan terstandar untuk hasil produk ikan nila.
3. Praktik formula bumbu dasar dan penggunaan BI dan B5.

4. Praktek penggunaan dan penerapan teknologi tepat guna dalam proses produksi, diantaranya:
a. Filter minyak aplikatif.
b. Termometer.
c. Pengering tenaga surya.
d. Food dehidrator machine.
e. Automatic gas kontroler.

5. Praktek penggunaan dan penerapan teknologi tepat guna dalam proses pengemasan, diantaranya:
a. Continuous band sealer.
b. Vaccuum sealer.
c. Spinner.
d. Stemper expire date.
e. Nitrogen filler.

6. Pembuatan kemasan custom.
7. Pembuatan kemasan easy and affordable (inoco).
8. Praktek menghitung harga pokok produksi dan pembuatan price list.

IKM/UMKM akan berdiskusi secara privat dengan tenaga ahli mengenai berbagai kendala usaha yang dihadapi selama menjalankan usaha.

BACA JUGA: Relawan Ciamis Selatan Berangkat ke Cianjur

Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi para peserta untuk menemui para tenaga ahli terkait, sesuai dengan kendala yang dihadapi. Waktu yang dibutuhkan ±20 menit per produk yang diajukan (4 produk).

Pendampingan dan controling pengembangan usaha pasca pelatihan dilakukan saat pelatihan (offline) dan pasca pelatihan selama 12 bulan secara online berupa pendampingan, diskusi dan sharing. (Dine D. Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan