SPPG Sindanghayu Latih Relawan Cegah Kebakaran
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Insan Raudhatul Jannah yang berlokasi di Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggandeng petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melatih para relawannya dalam menghadapi potensi kebakaran. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas relawan dan staf dapur dalam melakukan pencegahan serta penanganan awal kebakaran.
Pelatihan tersebut menghadirkan petugas Damkar dari Pos WMK Banjarsari yang memberikan pembekalan materi sekaligus praktik langsung di lapangan. Para relawan tidak hanya mendapatkan teori mengenai penyebab dan jenis-jenis kebakaran, tetapi juga dilatih cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan benar dan aman.
Kepala SPPG Sindanghayu, Rizki, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan dapur. Ia menuturkan bahwa dapur merupakan area dengan potensi risiko cukup tinggi karena aktivitas memasak dilakukan setiap hari.
“Pelatihan ini membekali keterampilan relawan dan staf menanggulangi kebakaran di dapur,” ujar Rizki. Selasa, (24/02/2026).
Menurutnya, edukasi semacam ini sangat penting agar para relawan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. Ia menegaskan bahwa kemampuan melakukan pertolongan pertama saat terjadi kebakaran bisa mencegah api membesar dan menimbulkan kerugian lebih luas.
Rizki juga menambahkan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan dini. “Ini merupakan salah satu upaya pencegahan dini apabila ada potensi kebakaran di dapur. Para relawan dan staf dapat mengatasi kebakaran agar apinya tidak membesar, bahkan bisa segera padam,” ungkapnya.
Dalam sesi praktik, para relawan diajarkan teknik dasar penggunaan APAR, mulai dari cara membuka segel pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, hingga menjaga jarak aman saat penyemprotan. Petugas Damkar juga memberikan simulasi penanganan kebakaran kecil yang kerap terjadi di dapur, seperti api akibat minyak panas atau kebocoran gas.
Petugas Damkar Pos WMK Banjarsari, Bintang Nur Alam, mengapresiasi inisiatif pihak SPPG yang secara aktif meminta pelatihan. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko kebakaran harus dimiliki setiap lembaga, terutama yang memiliki aktivitas memasak dalam skala besar.
“Pelatihan APAR dan sosialisasi edukasi untuk relawan dan staf dapur SPPG ini sangat penting dalam rangka upaya mengurangi potensi kebakaran saat operasionalnya,” kata Bintang.
Ia menjelaskan, kebakaran di dapur umumnya dipicu oleh kelalaian kecil, seperti kompor yang lupa dimatikan, selang gas yang tidak terpasang sempurna, atau minyak yang terlalu panas. Karena itu, selain pelatihan teknis, pihaknya juga menekankan pentingnya pengecekan rutin peralatan dan instalasi gas sebelum dan sesudah digunakan.
BACA JUGA: Bupati Garut Dialog Soal Santolo Bermasalah Lagi
Program pelatihan ini menjadi langkah strategis mengingat relawan SPPG setiap hari memasak untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aktivitas tersebut tentu membutuhkan standar keamanan yang tinggi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar tanpa gangguan.
Melalui kegiatan ini, SPPG Sindanghayu menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dalam memastikan aspek keselamatan kerja bagi para relawan dan stafnya. Diharapkan, pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran semakin meningkat dan budaya keselamatan kerja semakin tertanam kuat. (Revan,Rizky)

