Bupati Garut Dialog Soal Santolo Bermasalah Lagi
infopriangan.com, BERITA GARUT. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menggelar dialog terbuka bersama warga Desa Pamalayan untuk membahas berbagai persoalan di kawasan wisata Pantai Santolo, Selasa (24/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Stasiun Lapangan Uji Roket Pameungpeuk – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Dalam forum itu, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama dalam membenahi kawasan wisata unggulan tersebut. Ia menilai, Pantai Santolo harus dikelola secara tertib agar mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan maupun warga sekitar.
“Kita semua ingin Pantai Santolo menjadi tempat wisata yang aman, damai, tertib, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata tidak hanya soal kunjungan dan pendapatan daerah, tetapi juga menyangkut citra serta keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.
Menurutnya, jika pengelolaan dilakukan secara profesional dan transparan, maka manfaatnya akan dirasakan bersama.
“Kalau tata kelolanya baik, wisatawan senang dan masyarakat juga ikut sejahtera,” katanya.
Menanggapi aspirasi warga, Bupati mengakui adanya persoalan dalam sistem ticketing yang memicu keluhan di lapangan. Ia menyebut, sejumlah laporan masyarakat menyoroti prosedur petugas yang dinilai tidak sesuai aturan dan kurang transparan.
“Kami menerima masukan bahwa ada prosedur yang perlu diperbaiki, terutama terkait petugas ticketing,” ucapnya.
Abdusy menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengabaikan kritik yang disampaikan warga. Menurutnya, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Kami akan evaluasi secara menyeluruh dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa kondusivitas wilayah menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata. Ia mengingatkan bahwa konflik kecil yang tidak segera diselesaikan bisa berdampak luas terhadap citra daerah.
“Kita tidak ingin persoalan ini berlarut-larut dan merugikan semua pihak,” katanya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah warga Desa Pamalayan menyampaikan harapan agar pemerintah benar-benar hadir dan bertindak tegas. Mereka menilai, pembenahan tidak cukup hanya melalui pertemuan, tetapi harus diikuti langkah nyata di lapangan.
“Kami ingin ada perubahan yang bisa langsung dirasakan,” ujar salah seorang perwakilan warga.
Menanggapi hal itu, Bupati menyatakan komitmennya untuk melibatkan masyarakat dalam proses perbaikan tata kelola. Ia menilai partisipasi warga penting agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami terbuka untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik,” ucapnya.
BACA JUGA: Puluhan Kendaraan Dinas Ciamis Nunggak Pajak
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pantai Santolo merupakan aset penting Kabupaten Garut yang harus dijaga bersama. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan kawasan wisata akan berdampak pada peningkatan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Kalau dikelola dengan baik, ini akan menjadi kebanggaan kita bersama,” katanya.
Dialog terbuka ini menjadi langkah awal dalam menyelesaikan persoalan yang berkembang di kawasan Pantai Santolo. Publik kini menanti realisasi evaluasi dan pembenahan yang dijanjikan, agar kawasan wisata tersebut benar-benar menjadi destinasi yang tertib, aman, dan berkelanjutan. (Liklik)

