Shuttle Gratis Pangandaran Atasi Macet Lebaran 2026

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengambil langkah strategis untuk menjaga kenyamanan wisatawan selama libur panjang Lebaran 2026 dengan mengoperasikan layanan bus shuttle gratis. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata pantai.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi tahunan pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, setiap musim libur Lebaran, jumlah kendaraan yang masuk ke Pangandaran selalu meningkat signifikan dan memicu kemacetan di sejumlah titik, terutama di kawasan Pantai Pangandaran.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berdampak pada kenyamanan wisatawan. “Dari tahun ke tahun, kendaraan yang masuk pada saat peak time Lebaran mengalami kemacetan yang luar biasa. Hal ini menyebabkan penurunan kenyamanan bagi wisatawan,” ujar Ghaniyy, Selasa (24/3/2026).

Sebagai solusi, Pemkab Pangandaran menyiapkan sentra parkir wisata yang terpusat. Lahan yang disediakan memiliki luas sekitar 70.000 meter persegi, dengan kapasitas efektif parkir mencapai 40.000 meter persegi. Seluruh kendaraan wisatawan diarahkan untuk parkir di lokasi tersebut.

Ghaniyy menegaskan bahwa kendaraan pribadi tidak diperbolehkan parkir di sepanjang Pantai Barat maupun Pantai Timur. Ia mengatakan, kebijakan ini bertujuan untuk menata kawasan wisata agar lebih tertib dan nyaman. “Semua kendaraan akan diarahkan ke sentra parkir, sehingga kawasan pantai bisa lebih tertata dan tidak semrawut,” katanya.

Untuk menunjang mobilitas wisatawan dari area parkir ke lokasi wisata, pemerintah menyediakan layanan bus shuttle gratis. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah akses wisatawan tanpa harus membawa kendaraan pribadi ke kawasan pantai.

Ghaniyy juga menjelaskan, total terdapat 12 unit bus yang disiapkan untuk melayani pengunjung. Sebanyak 10 unit bus merupakan hasil kerja sama sewa dengan DAMRI, sedangkan dua unit lainnya merupakan armada milik pemerintah daerah.

“Kami menyediakan 10 unit bus hasil kerja sama dengan DAMRI, ditambah dua unit milik Pemda. Total ada 12 armada yang siap melayani masyarakat,” ujarnya.

Layanan bus shuttle tersebut akan beroperasi selama 10 hari, mulai 21 hingga 29 Maret 2026. Namun, jumlah armada yang dioperasikan akan disesuaikan dengan tingkat kepadatan pengunjung setiap harinya. Pada awal operasional, hanya tiga unit bus yang dijalankan, kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai 10 unit pada periode puncak kunjungan.

Selain untuk mengurai kemacetan, kebijakan ini juga mempertimbangkan efisiensi anggaran daerah. Ghaniyy mengungkapkan bahwa pengadaan bus baru membutuhkan biaya yang sangat besar. Ia memperkirakan harga satu unit bus bisa mencapai Rp1,5 miliar.

Jika pemerintah harus membeli 10 unit bus, maka anggaran yang dibutuhkan bisa lebih dari Rp12 miliar, belum termasuk biaya perawatan. Oleh karena itu, sistem sewa dinilai sebagai pilihan yang lebih efektif dan efisien.

BACA JUGA: Layanan Pertanahan Tetap Buka Saat Libur Lebaran

“Dengan sistem sewa, kita tetap bisa memberikan pelayanan prima tanpa membebani anggaran daerah,” tuturnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, seluruh bus shuttle telah dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara (AC). Pemerintah berharap, dengan adanya layanan ini, wisatawan dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dari sentra parkir menuju kawasan pantai.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di Pangandaran selama momen libur Lebaran. (Kiki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan