Telisik Opini

Niat Puasa Tasu’a dan Asyuro, Catat Tanggalnya

infopriangan.com, TELISIK-OPINI. Bulan Muharram salah satu bulan yang mulia sebab bulan ini adalah bulan pertama dalam penanggalan tahun Hijriah.

Umat muslim biasa merayakan malam tahun baru dengan pawai keliling kampung atau mengadakan acara istigosah muhasabah akhir tahun.

Dibulan ini umat muslim biasa melaksanakan ibadah Puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 27 – 28 Juli 2022, berikut ini dikutip dari chanel YouTube Insan Taqwa tentang niat Puasa Tasu’a dan Asyuro.

Puasa Tasu’a ini dikerjakan sehari sebelum Puasa Asyura 10 Muharram. Puasa Tasu’a ini sunnah dikerjakan untuk menyelisihi kaum Yahudi.

“Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).

Sebelum melaksanakan puasa Tasu’a, perlu mengetahui niatnya. Sebab, segala perbuatan atau amal bergantung pada niat.

Berikut Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram):

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى

Nawaitu Shouma Taasuu’aa Sunnatan Lillahi Ta’ala.

“Aku niat berpuasa Tasu’a (hari kesembilan Muharam) sunnah karena Allah Ta’ala”.

Setelah melaksanakan puasa Tasu’a, dianjurkan untuk mengerjakan puasa Asyura 10 Muharram.

Puasa Asyura ini disebut penghulunya amal di Bulan Muharram ada juga yang menyebut lebarannya anak yatim berikut ini niat nya.

Niat Puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Dalil puasa Asyura ini diungkapkan dalam sebuah hadits berikut ini.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma, Rasulullah SAW bersabda:
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’.

Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:
Pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shaum Asyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya, mereka berkata, “Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani”.

BACA JUGA: Polres Tasikmalaya Kota Sita Sejumlah Miras

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan shaum pada hari kesembilannya”. Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal sebelum sampai tahun berikutnya” (HR Muslim 1134).

Itulah niat puasa tasu’a dan Asyuro serta riwayatnya. (Siti/IP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan