Ciamis Buktikan Kemajuan dari Keterbatasan Daerahnya
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis terus membuktikan diri sebagai daerah yang tidak menyerah menghadapi keterbatasan. Meski tanpa sumber daya besar dan fasilitas modern, semangat membangun daerah tetap menyala. Dengan luas wilayah sekitar 1.550 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 1,39 juta jiwa, Ciamis kini menjadi salah satu kabupaten paling aktif dalam inovasi pengelolaan lingkungan di Jawa Barat.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengingatkan bahwa wilayahnya dulu merupakan salah satu kabupaten terluas sebelum dimekarkan menjadi Kabupaten Pangandaran pada 2012.
“Kami memang tidak punya pantai lagi, tapi kami punya tekad kuat agar Ciamis sejajar dengan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat,” ujarnya saat menerima kunjungan rombongan dari Kalimantan.
Herdiat menyebut, karakter masyarakat Ciamis yang dikenal kompak dan gemar gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah. “Kami tidak bisa maju sendiri-sendiri. Harus kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” katanya menegaskan.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi itu terlihat pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini terdapat 280 bank sampah yang tersebar hampir di seluruh desa. Melalui sistem ini, warga dapat menabung sampah yang kemudian ditukar dengan uang atau digunakan untuk membayar pajak bumi dan bangunan.
“Banyak warga yang bisa bayar PBB dari hasil menabung sampah,” tutur Herdiat bangga.
Ciamis juga berhasil memanfaatkan sampah organik menjadi pakan maggot, sementara sampah nonorganik seperti plastik dan botol dikumpulkan untuk daur ulang. Inovasi ini membuat residu yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sangat kecil.
“Sampah yang masuk ke TPA hanya yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi,” jelasnya.
Atas keberhasilan itu, Ciamis berhasil meraih Penghargaan Adipura Kencana 2023, bahkan dinobatkan sebagai kabupaten kecil terbersih tingkat ASEAN. Herdiat mengaku sempat tak percaya atas capaian tersebut.
“Ini bukti nyata bahwa masyarakat Ciamis punya kesadaran luar biasa menjaga lingkungannya,” ujarnya.
Tidak hanya di bidang lingkungan, Ciamis juga pernah mendapat penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam pengelolaan jalan tahun 2022.
“Awalnya saya pikir itu mustahil, tapi kerja keras ASN dan masyarakat membuktikan sebaliknya,” katanya.
Bupati menegaskan, seluruh capaian itu bukan hasil kerja individu.
“Semua penghargaan ini bukan karena hebatnya bupati atau kepala dinas, tapi karena partisipasi masyarakat yang luar biasa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Lingkungan Hidup Kalimantan, Fitri, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Ciamis atas komitmen dan inovasi dalam pengelolaan sampah. “Kami menempuh perjalanan panjang lewat darat, laut, dan udara untuk belajar langsung dari Ciamis. Kami ingin melihat bagaimana sistem ini bekerja,” ujarnya.
Fitri menilai, semangat Ciamis dalam menghadapi keterbatasan menjadi pelajaran penting bagi daerah lain.
“Dari keterbatasan justru lahir inovasi. Inilah yang perlu kami contoh di Kalimantan,” katanya. Rabu, (12/10/2025).
BACA JUGA: Ciamis Jadi Inspirasi Nasional dalam Kelola Sampah
Fitri juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Kami belajar bahwa kesadaran publik jauh lebih penting daripada teknologi mahal,” ucapnya.
Fitri berharap kunjungan tersebut menjadi awal kerja sama lintas daerah untuk memperkuat gerakan lingkungan.
“Semoga langkah Ciamis menginspirasi banyak daerah lain untuk berbuat nyata demi bumi yang lebih bersih,” pungkasnya. (Imas)

