KA Pangandaran ke Cilacap, Akselerasi Ekonomi Selatan Jawa
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyambut positif rencana perpanjangan rute Kereta Api (KA) Pangandaran hingga ke Cilacap. Langkah tersebut diyakini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas antarprovinsi sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi dan pariwisata di wilayah selatan Pulau Jawa.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan bahwa rencana perpanjangan rute itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghubungkan kawasan wisata unggulan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurutnya, dengan konektivitas yang lebih baik, pergerakan masyarakat akan semakin mudah dan dampaknya akan dirasakan langsung oleh sektor-sektor produktif daerah.
“Dengan adanya perpanjangan rute ini, mobilitas masyarakat akan semakin mudah. Akses wisatawan ke destinasi unggulan di Pangandaran maupun Cilacap juga akan meningkat,” kata Citra. Rabu, (12/11/2025).
Citra menilai, transportasi publik yang efisien menjadi fondasi penting bagi pemerataan ekonomi. Ia menyebut, banyak daerah di selatan Jawa memiliki potensi besar namun terkendala akses transportasi.
“Kalau konektivitas antarwilayah terbuka, maka produk lokal, hasil pertanian, dan sektor wisata akan bergerak lebih cepat. Impact-nya akan sangat luar biasa,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar program ini dapat berjalan efektif. Menurutnya, tanpa koordinasi yang baik, proyek besar seperti ini tidak akan memberikan hasil optimal. “Kami berharap dukungan penuh dari semua pihak. Sistem transportasi yang berkelanjutan akan menjadi motor penggerak ekonomi, perdagangan, dan pariwisata di kawasan selatan Jawa,” jelasnya.
Rencana perpanjangan jalur KA Pangandaran hingga ke Cilacap disebut akan mulai direalisasikan pada tahun 2026. Pemerintah daerah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini sedang melakukan kajian teknis dan analisis manfaat ekonomi untuk memastikan proyek ini benar-benar efisien dan berdaya guna bagi masyarakat.
Selain pengembangan jalur kereta, pemerintah juga sedang menyiapkan layanan shuttle bus dari Stasiun Sidareja dan Cilacap menuju destinasi wisata utama. Sistem transportasi terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai lokasi tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi.
Sementara itu, Satimin, seorang pengusaha wisata asal Pangandaran, menilai rencana tersebut sebagai langkah maju yang bisa mendongkrak dunia pariwisata daerah.
“Moda transportasi yang lebih banyak dan mudah diakses jelas menguntungkan. Wisatawan akan lebih nyaman datang ke Pangandaran,” ujarnya.
Menurutnya, transportasi yang efisien adalah kunci agar wisatawan tidak hanya datang saat liburan panjang, tetapi juga pada hari-hari biasa. Ia optimistis, dengan jalur baru ini, pelaku UMKM, hotel, restoran, hingga penyedia jasa wisata akan merasakan dampak positif yang signifikan.
BACA JUGA: Ciamis Buktikan Kemajuan dari Keterbatasan Daerahnya
Pemerhati transportasi menilai proyek ini juga memiliki nilai strategis nasional. Jalur kereta yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan akan menjadi penyeimbang pertumbuhan wilayah dibanding jalur utara yang selama ini lebih dominan.
Jika terealisasi sesuai rencana, tahun 2026 akan menjadi tonggak penting bagi kebangkitan ekonomi dan pariwisata di selatan Jawa. Bagi masyarakat Pangandaran, proyek ini bukan sekadar pembangunan jalur kereta, tetapi juga simbol harapan untuk wilayah yang lebih maju, terhubung, dan sejahtera. (KMP)








