Edi Kusnadi Terbaring Lemah Akibat Infeksi Serius
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Edi Kusnadi (39), warga Lingkung Jadimulya, Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar, Jawa Barat, harus terbaring lemah di tempat tidur selama lebih dari satu bulan akibat kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Obesitas yang dideritanya menyebabkan infeksi serius pada kaki kanannya, di mana kulit dan sebagian dagingnya terkelupas.
Adik Edi, Yanti Yulianti, menjelaskan bahwa keluarga telah berusaha sekuat tenaga untuk merawat kondisi Edi. Namun, keterbatasan biaya membuat upaya mereka tidak bisa maksimal.
“Kami sudah beberapa kali membawa Kakak ke rumah sakit, tapi hingga saat ini kondisinya belum membaik. Sekarang hanya bisa dibersihkan setiap hari di rumah,” ujar Yanti dengan nada lirih.
Kondisi Edi akhirnya sampai ke telinga mantan Wali Kota Banjar, dr. Herman Sutrisno. Didampingi Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman, dr. Herman memutuskan untuk mengunjungi kediaman Edi pada Senin (6/1/2025).
Saat melihat langsung kondisi Edi, dr. Herman tampak prihatin dan menyampaikan bahwa obesitas yang diderita Edi telah menyebabkan komplikasi serius.
“Edi mengalami aterosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak. Ini berbahaya karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menghambat sirkulasi,” ujar dr. Herman sambil memeriksa kondisi kaki Edi.
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa diabaikan dan memerlukan penanganan medis yang lebih serius di rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai. Dengan pengalaman dan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat, dr. Herman bersama Jabar Bergerak Kota Banjar memutuskan untuk membawa Edi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman, menambahkan bahwa langkah ini diambil agar Edi mendapatkan perawatan yang lebih intensif dari tim medis profesional.
“Kami akan memastikan bahwa Edi mendapatkan penanganan terbaik di Bandung. Kami berharap kondisinya bisa membaik,” ujarnya optimis.
Keluarga Edi menyambut baik kabar tersebut dan mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Yanti tampak haru ketika menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada dr. Herman dan Jabar Bergerak atas perhatian dan bantuan ini. Semoga Kakak bisa segera sembuh,” kata Yanti dengan mata berkaca-kaca.
Kunjungan dan bantuan dari dr. Herman serta Jabar Bergerak Kota Banjar menjadi bukti nyata pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membantu sesama yang sedang dalam kesulitan.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Herman juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, terutama dalam menangani masalah obesitas sejak dini. Menurutnya, obesitas bukan hanya masalah penampilan fisik, tetapi juga pintu masuk bagi berbagai penyakit serius.
BACA JUGA: Ratusan Juta Dana Desa Cicapar Diduga Tidak Tersalurkan
“Saya berharap semua pihak bisa belajar dari kasus Edi. Obesitas bukan masalah sepele, dan penanganannya harus serius. Mari kita sama-sama peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita,” ucap dr. Herman menutup kunjungannya.
Kini, harapan baru muncul bagi Edi dan keluarganya. Dengan dukungan dari dr. Herman, Jabar Bergerak, serta tenaga medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, keluarga Edi berharap kondisinya akan segera membaik.
Kasus Edi Kusnadi bukan sekadar cerita tentang penderitaan akibat penyakit, tetapi juga tentang solidaritas, harapan, dan pentingnya gotong royong dalam membantu sesama. Semua pihak berharap penanganan medis yang lebih intensif di Bandung akan memberikan hasil yang maksimal bagi kesembuhan Edi. (Johan/infopriangan.com)

