Festival PAUD Cisompet Semarakkan HJG 213
infopriangan.com, BERITA GARUT. Himpunan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Cisompet menggelar Festival Keluarga PAUD 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut ke-213. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula eks Gedung Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Cisompet, Kamis (12/02/2026), dan diikuti perwakilan PAUD dari seluruh desa di wilayah itu.
Penilik PAUD/PKBM Kecamatan Cisompet, Nurul Agustiana, menjelaskan bahwa festival tersebut sengaja dikaitkan dengan momentum hari jadi daerah sebagai bentuk partisipasi dunia pendidikan anak usia dini dalam perayaan tingkat kabupaten. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang edukatif yang mendorong tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
“Kami ingin momentum Hari Jadi Garut ini diisi dengan kegiatan yang benar-benar berdampak bagi anak-anak,” ujarnya.
Nurul menambahkan bahwa festival tersebut bertujuan menumbuhkan kembali semangat bermain sambil belajar yang menjadi prinsip dasar pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pendekatan pembelajaran pada usia dini harus menyenangkan, membangun rasa percaya diri, sekaligus menanamkan nilai karakter.
“Tentunya sesuai dengan moto kali ini yaitu Anak Indonesia Hebat, Sehat, Cerdas dan Berkarakter,” kata Nurul.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. Ia menilai kualitas pendidikan di jenjang ini harus terus diperkuat, baik dari sisi metode pembelajaran maupun kompetensi pendidik.
“PAUD bukan sekadar tempat penitipan, tetapi tempat pembentukan karakter sejak awal,” tegasnya.
Festival tersebut tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga para guru PAUD. Untuk peserta didik, panitia menggelar lomba Membaca Do’a-Do’a Pendek, Tari Kaulinan Sunda, dan Membatik. Sementara itu, para guru mengikuti lomba Cerdas Cermat yang menguji wawasan serta profesionalitas mereka sebagai pendidik.
Nurul menjelaskan bahwa pelibatan guru dalam kompetisi menjadi bagian penting untuk mendorong peningkatan kapasitas. Ia menilai guru harus terus belajar dan berkembang agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Guru PAUD juga harus terus meningkatkan kompetensinya, karena mereka adalah garda terdepan pembentukan karakter anak,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Dukungan orang tua dan masyarakat turut memberi warna tersendiri dalam festival tersebut. Penampilan anak-anak dinilai tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan hasil pembinaan yang konsisten di masing-masing lembaga. Dari hasil perlombaan, pada kategori Membaca Do’a-Do’a Pendek, Juara 1 diraih Desa Neglasari, Juara 2 Desa Depok, dan Juara 3 Desa Sindangsari.
BACA JUGA: Pembinaan dan Pengawasan Desa 2026 Berakhir
Lomba Tari Kaulinan Sunda menempatkan Desa Depok sebagai Juara 1, disusul Desa Sindangsari sebagai Juara 2, dan Desa Cisompet sebagai Juara 3. Sementara pada lomba Membatik, Desa Depok berhasil meraih Juara 1, 2, dan 3 sekaligus. Untuk Lomba Cerdas Cermat guru PAUD, Juara 1 diraih Desa Sindangsari, Juara 2 Desa Jatisari, dan Juara 3 Desa Neglasari.
Nurul berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia menekankan pentingnya konsistensi pembinaan dan kolaborasi lintas pihak demi peningkatan mutu PAUD di Cisompet.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang juara, tetapi bagaimana anak-anak berani tampil dan guru terus berkembang,” pungkasnya. (Liklik Sumpena)

