Jalan Berlubang Picu Kecelakaan di Cisaga

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WIB di jalan kabupaten wilayah Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, tepatnya di tanjakan area hutan jati. Peristiwa tersebut melibatkan sebuah mobil jenis Avanza pickup dan sepeda motor yang dikendarai Sekretaris Desa Bangunharja bersama putranya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Avanza pickup itu melaju dari arah Banjar menuju Tambaksari dan berusaha menghindari lubang di badan jalan dengan mengambil jalur kanan.
“Mobil itu terlihat menghindari lubang dan tiba-tiba melebar ke kanan,” ujar seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi.
Di saat bersamaan, Sekdes Bangunharja disebut tengah mengantar putranya berangkat sekolah ke SMPN 1 Cisaga dan melaju dari arah berlawanan. Ia dikabarkan terkejut ketika melihat kendaraan roda empat tersebut masuk ke jalurnya.
“Saya kaget sekali karena mobilnya sudah di jalur saya,” katanya.
Untuk menghindari tabrakan, ia disebut memilih membanting setang ke arah bahu jalan secara spontan.
“Kalau saya tidak menghindar, pasti tabrakan langsung,” ucapnya.
Namun manuver mendadak tersebut justru membuat sepeda motor yang dikendarainya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh. Akibat kejadian itu, Sekdes Bangunharja mengalami luka pada bagian kaki, lengan, dan kepala.
“Saya merasakan sakit di kaki dan kepala setelah jatuh,” tuturnya.
Sementara itu, putranya dilaporkan selamat meskipun mengalami syok akibat insiden tersebut. Warga sekitar menyebutkan bahwa kondisi jalan di tanjakan area hutan jati memang sudah lama rusak dan berlubang cukup dalam.
“Lubangnya besar dan posisinya tepat di tanjakan, sangat berbahaya,” kata seorang warga.
Masyarakat menilai kerusakan jalan tersebut kerap dikeluhkan, namun belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait. Mereka menyebut kondisi tersebut rawan memicu kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari ketika arus lalu lintas meningkat.
“Sudah sering pengendara hampir jatuh di sini,” ujar warga lainnya.
Peristiwa ini disebut menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pengendara tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pribadi, tetapi juga pada kelayakan infrastruktur jalan. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis segera melakukan perbaikan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami minta segera diperbaiki sebelum ada korban berikutnya,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Secara kewenangan, pemeliharaan jalan kabupaten berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah. Oleh karena itu, masyarakat memandang perlu adanya langkah cepat dan konkret untuk menangani kerusakan di ruas tersebut.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Banjar, Mitigasi Jangan Lengah
“Jangan sampai menunggu kejadian lebih fatal baru ada tindakan,” ucap warga dengan nada prihatin.
Hingga berita ini disusun, korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi lalu lintas di lokasi kejadian kembali normal. Namun lubang di badan jalan masih terlihat jelas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kecelakaan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak.
“Kami hanya ingin jalan yang aman untuk semua,” pungkas warga. (Dena A Kurnia)




