Jembatan Sodongkopo Cijulang Dilanjutkan Usai Mangkrak
inforiangan.com, BERITA PANGANDARAN. Proyek pembangunan Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, akhirnya kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti selama lebih dari satu tahun. Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antara Bandara Nusawiru dan objek wisata Pantai Batu Karas.
Pantauan infopriangan.com pada Selasa, 20 Mei 2025, menunjukkan bahwa aktivitas di sekitar lokasi proyek mulai kembali menggeliat. Sejumlah pekerja dari pihak ketiga tampak sibuk mengerjakan struktur jembatan. Tidak hanya itu, alat berat juga terlihat dikerahkan untuk membantu mempercepat proses pembangunan.
Pembangunan jembatan ini sebelumnya dijadwalkan rampung pada akhir Desember 2023. Namun, proses pengerjaan sempat terhenti akibat berbagai kendala teknis dan administratif. Kini, proyek tersebut memasuki tahap kedua dengan nilai anggaran sebesar Rp 55,4 miliar. Tahap pertama sebelumnya telah menelan biaya sebesar Rp 74 miliar.
Tenaga Ahli Jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Pangandaran, Yusuf Supriadi, menjelaskan bahwa tahap lanjutan proyek ini telah dimulai sejak 21 April 2025 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.
“Waktu pelaksanaan pembangunan tahap dua ini mulai dari April sampai akhir Desember. Targetnya, jembatan sudah bisa difungsikan awal tahun depan,” ujar Yusuf kepada Kabar Priangan di lokasi proyek.
Ia menambahkan, kontraktor pelaksana diwajibkan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Jika melewati tenggat waktu, perusahaan akan dikenai sanksi berupa denda harian.
“Kalau lewat dari jadwal, pihak ketiga akan dikenai denda satu per seribu dari nilai kontrak per hari keterlambatan,” tegas Yusuf.
Yusuf juga menjelaskan alasan mengapa proyek sempat mangkrak pada tahap pertama. Menurutnya, keterlambatan itu bukan tanpa sebab. Ia menyebutkan bahwa pengadaan komponen jembatan memerlukan proses panjang dan biaya yang cukup besar.
“Kan ada tahapannya. Di tahap pertama itu, anggaran banyak terserap untuk pengadaan komponen jembatan yang memang cukup mahal,” jelasnya.
Jembatan Sodongkopo sendiri memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran arus transportasi dan pariwisata di wilayah selatan Pangandaran. Jalur ini menghubungkan Bandara Nusawiru yang menjadi pintu gerbang udara Kabupaten Pangandaran dengan kawasan wisata Pantai Batu Karas yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Warga dan pelaku usaha di sekitar wilayah Cijulang menyambut baik kelanjutan pembangunan jembatan ini. Salah satu warga, Dedi (42), mengatakan bahwa jembatan tersebut sangat dinantikan karena selama ini akses menjadi terganggu.
“Kalau jembatan ini selesai, kami yakin akses ke Batu Karas akan lebih lancar, dan itu bagus buat ekonomi warga sini,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Siti Nurjanah (37), seorang pemilik homestay di kawasan Batu Karas. Ia mengaku kehilangan cukup banyak tamu selama jembatan belum bisa digunakan.
“Banyak wisatawan yang mengeluh akses jalan memutar terlalu jauh dan macet. Kami senang akhirnya pembangunan ini dilanjutkan,” ujarnya.
BACA JUGA: Dana Desa 2025 Tahap Satu Difokuskan untuk Bangun Jalan Desa
Dengan berjalannya kembali proyek Jembatan Sodongkopo, pemerintah daerah berharap konektivitas dan pengembangan pariwisata di kawasan tersebut akan semakin meningkat. Dinas PUTRPKP Pangandaran menargetkan tidak hanya menyelesaikan proyek tepat waktu, tetapi juga memastikan mutu konstruksi tetap terjaga agar jembatan bisa berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar berjalan transparan dan akuntabel. Yusuf menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyukseskan proyek ini.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga masa depan kawasan wisata Pangandaran,” pungkas Yusuf. (KMP/infoprianan.com)

