Kabupaten Ciamis Miliki Kampung Durian
infopriangan.com, BERITA PARIWISATA. Di Dusun Ciawitali, Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Jawa Barat dijuluki kampung durian, sebab mempunyai perkebunan pohon durian yang dikelola oleh para kelompok tani milenial.
Kampung durian tersebut menjadi salah satu destinasi menarik bagi para pecinta buah-buahan khususnya durian.
Ketua Kelompok Tani Girimulya, Dedi Suwarsa mengatakan, awal tahun 2012 pihaknya berhasil di kapolaga mencapai hampir 30 ton dari satu dusun.
“Sekarang muncul lagi potensi bagus lain yaitu dari pohon durian yang ditanam dibeberapa dusun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, awalnya para petani milenial hanya iseng hobi durian, lalu mencoba menanam pohon durian sendiri.
“Mudah-mudahan kelompok tani Girimulya bisa lebih meningkat dan insyaallah tahun 2024 seluruh warga bisa berhasil menanam durian,” tuturnya.
Salah satu petugas Balai Penyuluh Pertanian, Ujang Darsono menjelaskan beberapa jenis pohon durian yang ditanam di desa tersebut, yaitu durian bawor, musangking, dan durian montong.
Bahkan pihaknya selalu telaten membina kelompok tani, dan terjun langsung ke perkebunan.
“Total pohon yang sudah ditanam dengan jumlah 7.015 pohon, dan yang sudah produksi atau tanam menghasilkan sudah 30%,” ungkapnya.
Ujang juga menambahkan, untuk 70% pohon durian masih barusia dibawah lima tahun, dan setiap tahun akan terus meningkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Ekawati Diah Utami, mengapresiasi kegigihan kaum milenial yang ada di desa tersebut.
“Yang pertama kita akan membuat kawasan atau kampung holtikultura, yang kedua ingin mengembangkan kampung buah-buahan disana,” ungkap Eka.
BACA JUGA: Alat Berat Tercebur Ke Sungai Saat Pengaspalan Jalan
Menurutnya, masyarakat Desa Pasawahan sudah mempunyai masing-masing pohon-pohon durian lokal, namun pihaknya akan membantu mereka mengokulasi pohon durian tersebut.
“Nantinya hasil dari okulasi tersebut bisa menghasilkan durian-durian dengan harga jual tinggi. Seperti durian musangking dan durian bawor,” pungkasnya. (Fanny R/IP)

