Kanker Payudara Masih Jadi Ancaman Serius

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama perempuan. Dr. Adi Mulya, dokter spesialis bedah umum di RSUD Pandega Pangandaran, menegaskan bahwa penyakit ini merupakan jenis kanker tertinggi di dunia dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap tahun.

Dalam peringatan Hari Kanker Sedunia, Dr. Adi Mulya menyoroti pentingnya deteksi dini untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara. Ia menjelaskan bahwa meskipun lebih sering menyerang wanita, pria juga bisa mengalaminya, meskipun dengan persentase yang lebih kecil.

“Kanker payudara ini terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Di Asia, banyak kasus ditemukan pada wanita di bawah usia 40 tahun,” ujarnya.

Dr. Adi Mulya menduga faktor pola makan, termasuk penggunaan bumbu masak berlebihan, berperan dalam peningkatan kasus tersebut.

Di Indonesia, kanker payudara menjadi kanker nomor satu pada wanita, dengan angka kejadian di atas 30%. Menurut Dr. Adi Mulya, tingginya angka ini disebabkan oleh keterlambatan dalam mendeteksi penyakit. Banyak pasien baru mencari pertolongan medis setelah benjolan membesar.

“Biasanya, pasien datang ke poliklinik dalam kondisi benjolan sudah besar. Mereka menunggu hingga ada nyeri yang menjalar ke punggung atau tangan sebelum memeriksakan diri,” jelasnya. Kamis, (06/02/2025).

Selain itu, banyak pasien merasa malu karena kanker ini menyerang organ vital. Ada juga yang enggan berobat karena faktor biaya, kurangnya informasi, atau memilih pengobatan alternatif yang belum terbukti secara medis.

Dr. Adi Mulya menceritakan pengalaman menangani pasien yang lebih dulu mencoba pengobatan alternatif sebelum ke rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa beberapa pasien datang dalam kondisi parah, bahkan dengan jaringan payudara yang rusak akibat penggunaan ramuan dari dukun atau orang pintar.

“Beberapa pasien datang dengan kondisi bonyok karena efek dari ramuan yang mereka gunakan. Ini sangat berbahaya,” katanya.

Menurutnya, masih banyak pasien yang takut dengan prosedur medis dan lebih percaya pengobatan tradisional. Padahal, keterlambatan dalam mendapatkan penanganan yang tepat justru memperburuk kondisi pasien.

Dr. Adi Mulya juga menyoroti kaitan antara pola makan dengan kanker payudara. Berdasarkan pengamatannya di tiga rumah sakit, ia menemukan banyak kasus kanker payudara pada wanita muda berusia 18-25 tahun.

“Kebiasaan makan bakso setiap hari cukup berisiko. Ini sulit dicegah karena sudah menjadi kebiasaan di masyarakat,” ujarnya.

Meskipun belum ada penelitian medis yang mengonfirmasi hubungan langsung bakso dengan kanker payudara, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan sehat agar risiko penyakit ini dapat dikurangi.

Dr. Adi Mulya menjelaskan bahwa kanker payudara dapat dikenali sejak dini dengan memperhatikan tanda-tanda tertentu. Ia menyebut beberapa ciri utama yang perlu diwaspadai, seperti:

Payudara terasa keras dan lengket seperti batu

Pembesaran yang tidak merata

Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk dan berwarna kemerahan

Puting tertarik ke dalam

Keluar cairan kemerahan atau kehitaman dari puting

Ia menekankan bahwa benjolan yang besar dan keras dengan permukaan tidak rata bisa menjadi indikasi kanker ganas. Jika tidak segera ditangani, pasien mungkin harus menjalani operasi pengangkatan seluruh payudara.

BACA JUGA: Munir, Korban Kekerasan, Kini Dibantu Dedi Mulyadi

“Kami sering menemukan pasien yang datang terlambat, padahal jika diperiksa lebih awal, pengobatan bisa lebih efektif,” ungkapnya.

Dengan semakin meningkatnya kasus kanker payudara, Dr. Adi Mulya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Ia menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci utama dalam menangani kanker ini.

“Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh,” pungkasnya. (KMP/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan