Munir, Korban Kekerasan, Kini Dibantu Dedi Mulyadi

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Munir (56), korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh berandalan bermotor di Jalan Tamansari, Kota Tasikmalaya, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sempat kesulitan membayar biaya pengobatan, ia kini mendapat bantuan dari Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi.

Munir, warga Kampung Nagarasari, Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, mengalami luka serius di tangan akibat serangan tersebut. Ia harus menjalani operasi pemasangan pen di jari telunjuk kiri dengan biaya rumah sakit mencapai Rp 9,5 juta. Sayangnya, biaya itu tidak bisa ditanggung oleh BPJS atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dalam kondisi terdesak, Munir hanya mampu membayar Rp 1,5 juta berkat bantuan kerabatnya. Sisanya masih menjadi beban yang harus ia pikirkan, sementara penghasilannya dari bertani dan berjualan kacang rebus sangat terbatas.

Nasib Munir berubah setelah ia menerima telepon dari Dedi Mulyadi pada Selasa (11/2/2025) malam. Dalam panggilan itu, Dedi memastikan bahwa biaya pengobatan akan ditanggung. Ia langsung menginstruksikan seorang utusannya, H. Mumu, untuk melunasi sisa biaya rumah sakit.

Tidak hanya itu, Dedi juga berjanji memberikan bantuan Rp 2 juta per bulan selama enam bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya.

“Ya, kata dokter, tangan ini baru bisa sembuh total dalam enam bulan ke depan,” kata Munir, dikutip dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (13/02/2025).

Mendengar kabar baik itu, Munir dan istrinya, Emin (63), tak kuasa menahan haru. Keduanya bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Dedi.

“Bingung tentunya, karena untung dari bertani dan jualan kacang serta jagung rebus kan berapa,” ucap Munir, menggambarkan beratnya beban ekonomi yang ia hadapi sebelum bantuan datang.

Sebelumnya, Munir sempat berharap ada keringanan biaya dari rumah sakit, mengingat dirinya bukan orang berada. Namun, harapan itu tidak terwujud karena aturan yang ada membuat pengobatannya tidak bisa ditanggung oleh pemerintah.

Dalam percakapan video call, Munir sempat bertanya dengan nada bercanda, “Ari aki terang te saha abi (kakek tahu gak ini yang menelpon)?”

Dedi pun ikut bercanda dan memperkenalkan dirinya sebagai “juragan padi” dari Majalengka. Ia kemudian meminta H. Mumu untuk datang menemui Munir dan memastikan bantuannya segera diberikan.

Bantuan ini membuat Munir bisa lebih fokus pada pemulihannya tanpa harus khawatir tentang biaya hidup. Dengan kondisi tangan yang masih dalam proses penyembuhan, ia belum bisa kembali bekerja secara normal.

Kejadian yang menimpa Munir menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan di Tasikmalaya. Aksi berandalan bermotor masih menjadi momok bagi masyarakat, terutama di malam hari.

BACA JUGA: RSUD Pandega: Diabetes Anak Meningkat, Waspada!

Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus yang menimpa Munir. Namun, pelaku belum juga tertangkap. Berharap kejadian serupa tidak menimpa orang lain dan meminta pihak berwenang untuk lebih serius dalam memberantas aksi premanisme di jalanan.

Dengan adanya perhatian dari Dedi Mulyadi, setidaknya bisa bernapas lega. Ia tak perlu lagi memikirkan bagaimana harus melunasi biaya pengobatan atau mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam enam bulan ke depan.

Kini, ia hanya ingin fokus pada pemulihan dan berharap bisa segera kembali bekerja untuk menghidupi keluarganya. (AA Fauzy/infopriangan com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan