Kerja Sama LPK Bahasa Jepang Buka Peluang di Ciamis

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Penandatanganan kerja sama pembentukan Lembaga Pelatihan dan Yayasan Asra Bakti Maritim khusus bahasa Jepang, dilaksanakan di RM Mulyasari. Penadatangan dilaksanakan oleh Ketua Yayasan Asra Bakti Maritim Asep Rahmat S.H., M.M dan PT Boga Kabisa Indonesia dalam hal ini diwakili Woko Hadi Kristiawan.

Dalam sambutannya, Asep menekankan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting untuk membuka peluang baru bagi masyarakat Ciamis. Rabu, (02/10/2025).

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302
IMG-20260317-WA0053(1)
IMG-20260321-WA0000
IMG-20260321-WA0136

“Kita semua tahu, mencari lapangan pekerjaan saat ini bukan hanya sulit dirasakan masyarakat Ciamis saja, tapi juga di berbagai daerah. Namun, kita tidak boleh pesimis. Kita harus tetap optimis, yakin bahwa kesempatan selalu terbentang luas di depan kita apabila kita mau berusaha dan berikhtiar,” ujarnya.

Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Asep menyatakan keyakinannya bahwa momentum kerja sama ini akan menjadi langkah awal bagi masyarakat Ciamis dalam menciptakan peluang-peluang baru.

Sementara itu, perwakilan PT Boga Kabisa Indonesia, Woko Hadi Kristiawan, menjelaskan tujuan besar dari kerja sama ini. Ia menekankan bahwa program LPK tidak hanya sebatas memberikan keterampilan bahasa Jepang, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat Ciamis untuk memperoleh modal di luar negeri.

“Cari kerjaan di sini sulit, gajinya kecil. Bagaimana bisa menabung untuk masa depan? Karena itu, lewat program ini kami ingin mengajak adik-adik di Ciamis untuk mencari modal ke luar negeri. Bukan hanya sekadar bekerja, tapi menyiapkan bekal usaha ketika pulang ke tanah air,” katanya.

Menurut Woko, peserta akan menempuh jalur pendidikan dan kerja di Jepang selama tujuh tahun. Dua tahun pertama digunakan untuk kuliah dengan jurusan keperawatan, dan lima tahun berikutnya bekerja sesuai bidang yang dipelajari.

“Cikal bakalnya, setelah tujuh tahun mereka pulang ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa pengalaman, tapi juga modal untuk membangun usaha. Kami ingin lahir pengusaha-pengusaha muda Ciamis,” tambahnya.

Woko juga memaparkan, pada tahun ketiga di Jepang, para peserta ditawarkan untuk menabung sebagian gajinya yang mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Tabungan tersebut nantinya akan menjadi modal usaha sepulang mereka ke Indonesia.

BACA JUGA: Pelaku Begal di Kawali Ternyata Siswa MTsN di Ciamis, Bukan SMP

“Minimal, setelah pulang mereka sudah bisa punya warung kopi atau usaha kecil lainnya. Itu cita-cita kami. Insyaallah dengan niat baik, Allah akan menjaga, melindungi, dan memberkahi langkah ini,” tutur Woko.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas sulitnya mencari pekerjaan di dalam negeri. Dengan bekal bahasa, keterampilan, pengalaman kerja, dan modal usaha, para pemuda Ciamis diharapkan mampu mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan baru di kampung halamannya. (Redaksi/ infopriangan.com)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302
IMG-20260317-WA0053(1)
IMG-20260321-WA0000
IMG-20260321-WA0136

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan