Konferensi Kerja I PGRI Ciamis: Evaluasi & Strategi 2026
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis menggelar Konferensi Kerja I masa bakti XXIII Tahun 2025–2030 di Wisma Guru Kabupaten Ciamis pada Sabtu (3/1/2026). Forum ini berlangsung untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama enam bulan terakhir, sekaligus menyusun program strategis ke depan. Konferensi ini mencakup laporan kegiatan periode Juli hingga Desember 2025, serta rencana kerja untuk satu tahun mendatang.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Tema ini dipilih untuk menegaskan posisi guru sebagai motor utama pembangunan sumber daya manusia. Peserta yang hadir meliputi seluruh pengurus cabang, perwakilan ranting, serta jajaran pembina PGRI Kabupaten Ciamis. Kehadiran peserta secara lengkap menunjukkan soliditas organisasi, sekaligus komitmen PGRI dalam membangun sinergi dari tingkat pusat hingga akar rumput.
Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Edi Rusyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi kerja ini menjadi wujud pertanggungjawaban organisasi atas program yang telah berjalan sejak Juni hingga Desember 2025. Ia menuturkan, selain evaluasi, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk mematangkan rencana kerja ke depan. Menurutnya, semua laporan sudah disusun rapi dan terdokumentasi dalam buku laporan organisasi yang akan dibahas bersama oleh seluruh peserta.
“Forum ini adalah dinamika organisasi yang sehat. Kami membuka ruang kritik, masukan, dan saran dari para Ketua Cabang serta pengurus di tingkat bawah. Semua itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan bekerja lebih baik,” ujar Edi secara langsung di hadapan peserta.
Edi juga menekankan bahwa pengurus cabang memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan anggota. Oleh sebab itu, keterbukaan terhadap kondisi di lapangan menjadi penting agar kebijakan organisasi tetap relevan dan berpihak pada kebutuhan guru. Meski tidak semua detail laporan disampaikan secara lisan, Edi memastikan bahwa semua data telah disajikan lengkap dalam dokumen resmi.
Dalam kesempatan yang sama, Edi mengingatkan agar seluruh anggota PGRI tetap tenang dan tidak reaktif dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berkembang. Ia menegaskan bahwa PGRI memilih pendekatan dialog, advokasi, dan mediasi dalam menyikapi isu kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan regulasi profesi.
“Kami tunduk pada regulasi yang ditetapkan pemerintah daerah dan pusat. Prinsip kami jelas, memperjuangkan kepentingan guru dengan cara yang bermartabat dan beretika organisasi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan sikap organisasi yang berlandaskan etika, konstitusi, dan tata kelola yang profesional.
Lebih lanjut, Edi menyampaikan bahwa PGRI Kabupaten Ciamis telah menyalurkan aspirasi melalui mekanisme resmi kepada Pengurus Besar PGRI (PB PGRI) dan kementerian terkait. Ia menjelaskan bahwa proses penyampaian rekomendasi dilakukan secara konstitusional demi memastikan setiap perjuangan memiliki legitimasi organisasi dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anggota.
Edi juga memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Ciamis yang dinilai responsif terhadap aspirasi guru. Menurutnya, kepemimpinan daerah di Ciamis menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap upaya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Ia berharap kebijakan yang dirumuskan ke depan mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kesejahteraan anggota PGRI di seluruh tingkatan.
Di sisi lain, konferensi ini menjadi momentum refleksi bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga pada soliditas organisasi profesi, kemampuan adaptasi, dan peran aktif para guru sebagai pelaksana di lapangan. PGRI, sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, memiliki posisi penting dalam mengawal kebijakan dan memberikan perlindungan bagi anggotanya melalui pendekatan yang etis dan bermartabat.
Menutup sambutannya, Edi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Ia berharap PGRI terus menjadi kekuatan moral dan intelektual bagi pendidikan di Ciamis, serta memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
BACA JUGA: Gerindra Jabar Dorong Penanaman Pohon Berbasis Wilayah
“PGRI akan terus berjuang melalui dialog dan kebersamaan. Apa pun dinamika yang terjadi, kami yakin dengan persatuan, semua dapat dilalui demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.
Konferensi Kerja I ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang konkret, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu guru dan pendidikan di Kabupaten Ciamis. Lebih dari itu, forum ini menjadi pengingat bahwa kekompakan organisasi profesi dan komitmen pada dialog adalah modal utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu menuju Indonesia Emas. (Eddy)

