Ledakan Maut di Cibalong, 11 Orang Tewas
infopriangan.com, BERITA GARUT. Suasana duka menyelimuti Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, setelah ledakan maut terjadi pada Senin (12/5/2025) pagi di Desa Sagara. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 11 orang, terdiri dari anggota TNI dan warga sipil, serta melukai sejumlah lainnya.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 09.30 WIB saat jajaran TNI melaksanakan kegiatan pemusnahan amunisi kadaluarsa di lokasi yang telah ditentukan. Ledakan pertama berjalan sesuai prosedur dan dianggap aman. Namun, siapa sangka, tidak lama kemudian kerumunan warga mulai mendekati area tersebut.
“Setelah ledakan pertama, warga berdatangan. Mereka ingin memungut serpihan amunisi seperti kuningan yang katanya bisa dijual,” ujar Dedi (43), salah satu saksi mata dari Kampung Cimerak. Ia mengatakan, banyak warga tidak menyadari bahwa masih ada amunisi aktif yang belum meledak sepenuhnya.
Ledakan kedua terjadi secara tiba-tiba dan jauh lebih kuat. Suara dentuman keras disertai semburan serpihan logam membuat warga panik. Banyak dari mereka terkena serpihan dan roboh di tempat. Beberapa bahkan sulit dikenali akibat luka parah di bagian tubuh maupun wajah.
“Korban berjatuhan di mana-mana. Saya lihat ada yang langsung tidak bergerak,” tutur Dedi dengan nada suara bergetar. “Kami langsung lari, tapi semuanya sudah terlambat.”
Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf. Rudi Santosa, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa prosedur telah dijalankan sesuai SOP. Namun, menurutnya, ledakan susulan yang terjadi di luar dugaan menjadi penyebab utama jatuhnya korban.
“Ini musibah yang sangat kami sesalkan. TNI telah memberi pengamanan dan peringatan, namun memang ada kelengahan dalam menghalau warga yang mendekat,” kata Letkol Rudi dalam konferensi pers sore harinya.
Data sementara dari Kodim 0611/Garut menyebutkan bahwa 11 orang meninggal dunia dalam insiden ini. Mereka terdiri dari dua anggota TNI dan sembilan warga sipil. Berikut daftar nama korban jiwa:
Kolonel Cpl. Antonius Hermawan, ST., MM
Mayor Cpl. Anda Rohanda
Agus – warga Kampung Cimerak
Iban – warga Kampung Cimerak
Anwar – warga Kampung Cidahon
Iyus – warga Kampung Cidahon
Iyus Rizal – warga Kampung Cimerak
Toto – warga Kampung Cimerak
Dadang – warga Kampung Sukanagara
Rustiawan – warga Kampung Cimerak
Endang – warga Kecamatan Singajaya
Sementara itu, beberapa korban luka berat masih dirawat intensif di RSUD dr. Slamet Garut. Tim medis dan relawan bahu-membahu menangani korban dengan cepat. Ambulans silih berganti mengangkut korban dari lokasi kejadian ke rumah sakit.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan kini tengah melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti dari ledakan kedua tersebut. Warga sekitar pun diimbau untuk tidak mendekati lokasi peledakan amunisi dalam kondisi apa pun.
“Jangan ambil risiko hanya demi beberapa potong logam. Nyawa lebih penting,” tegas Camat Cibalong, Agus Kurniawan, saat mengunjungi keluarga korban di Kampung Cimerak.
BACA JUGA: PDIP Banjar Gelar Konsolidasi Jelang Kongres VI
Sementara itu, suasana haru dan duka mendalam menyelimuti rumah-rumah korban. Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba dan disambut doa dari warga sekitar.
Pemakaman korban akan dilakukan secepatnya setelah proses identifikasi selesai. Beberapa korban yang jasadnya sulit dikenali masih menunggu hasil forensik dan tes DNA untuk kepastian identitas.
Peristiwa ini menjadi pelajaran pahit bagi semua pihak. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, sementara pihak berwenang diminta memperketat pengamanan saat kegiatan peledakan amunisi dilakukan.
“Kami akan evaluasi total. Tidak boleh terulang lagi,” pungkas Letkol Rudi dengan nada tegas. (Liklik/infopriangan.com)

