Libur Panjang, Perahu ke Pasir Putih Diserbu Wisatawan

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Libur panjang membawa berkah bagi pelaku wisata di Pangandaran. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Pasir Putih di kawasan Cagar Alam Pangandaran. Banyak wisatawan memilih naik perahu untuk mencapai lokasi ini karena dinilai lebih praktis dan menyenangkan dibandingkan berjalan kaki melalui jalur darat.

Antusiasme wisatawan terlihat sejak pagi. Di dermaga, antrean naik perahu cukup panjang. Beberapa wisatawan bahkan rela menunggu lebih lama demi mendapatkan perahu yang sesuai dengan keinginan mereka.

“Kalau jalan kaki bisa capek, belum lagi kalau bawa anak kecil. Naik perahu lebih seru dan pemandangannya juga indah,” kata Rina, wisatawan asal Jakarta. Kamis, (30/01/2025).

Meningkatnya jumlah wisatawan berimbas pada tarif angkutan perahu. Biasanya, harga tiket berkisar Rp25.000–Rp30.000 per orang, tergantung rute dan kapasitas perahu. Namun, saat libur panjang, beberapa pengunjung mengaku harga sedikit naik.

“Saya tadi bayar Rp25.000, mungkin karena ramai. Tapi nggak masalah, yang penting bisa menikmati liburan,” ujar Arif, wisatawan dari Yogyakarta.

Para pemilik perahu mengakui bahwa momen libur panjang menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan pendapatan. Salah satu pemilik perahu, Didi, mengatakan jumlah wisatawan meningkat drastis dibanding hari biasa.

“Biasanya sehari bisa mengantar 10–15 kali perjalanan, sekarang bisa sampai 30 kali,” ujarnya.

Meskipun ada kenaikan harga, wisatawan tetap memilih naik perahu karena lebih nyaman dan bisa menikmati pemandangan laut.

Lonjakan wisatawan tidak hanya menguntungkan pemilik perahu, tetapi juga memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam hal kebersihan dan keamanan. Beberapa wisatawan mengeluhkan adanya sampah yang berserakan di sekitar pantai.

“Tadi lihat ada plastik dan botol bekas minuman di pasir. Sayang sekali kalau tempat seindah ini jadi kotor karena ulah pengunjung yang tidak bertanggung jawab,” ujar Dika, wisatawan asal Bandung.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran terus mengimbau agar wisatawan menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan cagar alam.

“Kami selalu mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mengganggu satwa liar,” kata seorang petugas BKSDA.

Selain itu, faktor keamanan juga menjadi perhatian. Dengan meningkatnya jumlah perahu yang beroperasi, risiko kecelakaan di laut juga semakin tinggi. Pemandu wisata mengingatkan agar wisatawan selalu menggunakan jaket pelampung dan tidak berdesak-desakan di atas perahu.

“Kami selalu mengutamakan keselamatan. Setiap wisatawan diwajibkan memakai pelampung sebelum berangkat,” ujar Iwan, seorang pemilik perahu di Pangandaran.

Terlepas dari berbagai tantangan, Pasir Putih tetap menjadi magnet bagi wisatawan. Keindahan pasir putih yang bersih, air laut yang jernih, serta kesempatan untuk melihat biota laut membuat tempat ini tetap diminati.

BACA JUGA: LPJ Paguyuban Balad Sejapu Bukti Transparansi dan Akuntabilitas

Banyak wisatawan yang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga menjelajahi gua-gua di sekitar cagar alam dan mengamati satwa liar. Snorkeling juga menjadi aktivitas favorit bagi mereka yang ingin melihat keindahan bawah laut.

“Dulu saya pernah ke sini, dan sekarang kembali lagi karena tempatnya memang bagus. Semoga tetap terjaga keasriannya,” kata Fitri, wisatawan dari Semarang.

Dengan cuaca yang cerah dan kondisi laut yang tenang, wisata ke Pasir Putih melalui jalur laut tetap menjadi pilihan favorit bagi para pelancong. Namun, kesadaran wisatawan dalam menjaga lingkungan juga harus terus ditingkatkan agar keindahan alam ini tetap lestari. (KMP/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan