Lonjakan Arus Kendaraan Harus Diantisipasi
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Berdasarkan hasil pemantauan lalu lintas pada 19 Maret 2026 sejak pukul 00.00 hingga 18.00 WIB, Rissa Sugara menyampaikan bahwa terjadi peningkatan volume arus kendaraan yang cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
“Terjadi kenaikan arus kendaraan yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Rissa menjelaskan bahwa lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran yang harus direspons secara serius oleh para pemangku kepentingan.
“Peningkatan ini menunjukkan pergerakan masyarakat semakin intens menjelang periode Lebaran,” kata Rissa.
Lebih lanjut, Rissa mengungkapkan bahwa arus kendaraan dari dua arah utama sama-sama menunjukkan angka tinggi, yang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.
“Kendaraan dari arah Jawa Tengah mencapai 23.533 unit, sedangkan dari arah Jabodetabek sebanyak 25.695 unit,” jelasnya.
Rissa menambahkan bahwa total kendaraan yang melintas dari kedua arah tersebut sudah menembus angka yang cukup besar dalam satu hari.
“Total kendaraan dari dua arah mencapai 54.408 kendaraan,” ujarnya.
Rissa juga menyoroti bahwa komposisi kendaraan masih didominasi oleh kendaraan pribadi, yang berkontribusi besar terhadap kepadatan jalan.
“Sepeda motor mendominasi sebesar 48 persen dan mobil pribadi sebesar 41,7 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, dominasi kendaraan pribadi menunjukkan bahwa masyarakat masih lebih memilih moda transportasi mandiri dibandingkan angkutan umum.
“Mayoritas masyarakat untuk mudik masih memilih kendaraan pribadi,” tegas Rissa.
Lanjut Rissa menjelaskan bahwa secara klasifikasi, kendaraan roda dua dan roda empat menjadi penyumbang terbesar volume lalu lintas hari ini.
“Roda dua mencapai 25.892 unit dan roda empat mencapai 22.348 unit,” paparnya.
Rissa menilai kondisi ini harus diantisipasi dengan pengaturan lalu lintas yang lebih adaptif, terutama pada jam-jam rawan kepadatan.
“Diperlukan pengaturan arus yang lebih responsif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” katanya.
Dalam perbandingan antara H-3 dan H-2 Lebaran 2026, ia menyampaikan bahwa terjadi kenaikan yang cukup signifikan secara persentase maupun jumlah kendaraan.
“Kenaikan mencapai 13 persen atau setara dengan 6.293 kendaraan,” jelasnya.
Rissa juga menegaskan bahwa tren ini merupakan indikator kuat bahwa arus mudik masih akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
“Puncak arus diperkirakan masih akan terus meningkat pada periode berikutnya,” ujarnya.
Rissa juga memaparkan data rinci pada H-3 dan H-2 untuk menunjukkan konsistensi kenaikan di semua jenis kendaraan.
“Pada H-3 tercatat 48.114 kendaraan, sedangkan pada H-2 meningkat menjadi 54.408 kendaraan,” katanya.
Menurutnya, kenaikan di seluruh jenis kendaraan menunjukkan bahwa tekanan terhadap kapasitas jalan akan semakin besar jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Terjadi peningkatan di seluruh jenis kendaraan tanpa pengecualian,” tegasnya.
Rissa menyimpulkan bahwa kondisi ini menuntut langkah antisipatif yang konkret dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan kemacetan parah.
BACA JUGA: Kelalaian Tungku Picu Kebakaran Rumah di Talagasari Ciamis
“Perlu penguatan manajemen lalu lintas serta peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan,” ujarnya.
Rissa menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode mudik.
“Koordinasi lintas sektor sangat penting agar arus mudik tetap aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya. (Agus)

