Pedagang Kopi Raup Untung Besar Saat Arus Mudik
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Yayan, seorang pedagang asongan yang menjajakan kopi di Alun-alun Ciamis, merasakan langsung dampak meningkatnya arus pemudik yang singgah untuk beristirahat. Ia mengaku bahwa momen mudik membawa perubahan cukup besar terhadap pendapatannya dibandingkan hari-hari biasa.
Dalam kesehariannya, Yayan biasanya hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp50.000 per malam. Jumlah tersebut menurutnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian secara sederhana. Namun, situasi berubah ketika musim mudik tiba. Banyaknya pemudik yang melintas dan berhenti sejenak di kawasan alun-alun membuat dagangannya menjadi lebih laris dari biasanya.
“Kalau hari biasa paling cuma dapat lima puluh ribu,” ujar Yayan saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.
Yayan menambahkan bahwa kondisi tersebut sudah ia jalani dalam waktu yang cukup lama, sehingga dirinya tidak memiliki ekspektasi tinggi terhadap peningkatan pendapatan di luar momen tertentu.
Namun, saat arus mudik mulai ramai, Yayan merasakan lonjakan pembeli yang cukup signifikan. Para pemudik yang lelah setelah perjalanan jauh memilih berhenti untuk beristirahat, dan tidak sedikit dari mereka membeli kopi hangat yang ia tawarkan. Dalam situasi tersebut, Yayan mengatakan bahwa penghasilannya bisa meningkat hingga tiga kali lipat dari biasanya.
“Sekarang bisa sampai seratus lima puluh ribu semalam,” katanya dengan nada syukur.
Yayan mengungkapkan bahwa peningkatan ini sangat membantu dirinya dalam mencukupi kebutuhan, bahkan bisa sedikit menabung dari hasil yang diperoleh selama musim mudik berlangsung.
Menurut Yayan, para pembeli tidak hanya datang dari satu daerah saja, melainkan dari berbagai kota yang sedang melakukan perjalanan pulang kampung. Mereka umumnya mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Kehadiran pedagang seperti Yayan pun menjadi salah satu pelengkap kebutuhan para pemudik.
Yayan juga menjelaskan bahwa waktu paling ramai biasanya terjadi pada malam hari hingga dini hari. Pada jam-jam tersebut, jumlah kendaraan yang melintas cenderung meningkat, sehingga peluang untuk mendapatkan pembeli juga lebih besar. Yayan pun berusaha memanfaatkan waktu tersebut dengan tetap berjualan meskipun harus mengorbankan waktu istirahat.
Selain itu, ia menyadari bahwa kualitas pelayanan juga menjadi faktor penting. Yayan berusaha melayani pembeli dengan ramah agar mereka merasa nyaman. Ia percaya bahwa sikap yang baik dapat membuat pelanggan kembali membeli atau bahkan merekomendasikan kepada orang lain.
BACA JUGA: Lonjakan Arus Kendaraan Harus Diantisipasi
Fenomena yang dialami Yayan ini menunjukkan bahwa arus mudik tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pedagang kecil.
Kehadiran pemudik secara tidak langsung menciptakan perputaran uang di daerah yang dilalui.
Bagi Yayan, musim mudik bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan pendapatan. Ia berharap kondisi seperti ini dapat terus berulang setiap tahunnya, sehingga dirinya dan pedagang kecil lainnya bisa merasakan manfaat yang sama. (Herman)

