MBG Mulai Digulirkan, Ciamis Tegaskan Layanan Gizi

infoprangan.com, BERITA CIAMIS. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai digulirkan di Kecamatan Banjarsari melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Peduli Putra Bangsa, Cibadak. Pada hari pertama, layanan tersebut langsung mendistribusikan 1.021 porsi makanan kepada siswa jenjang TK hingga SD. Data itu disampaikan oleh pihak pengelola sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.

Kepala SPPG Dapur Peduli Putra Bangsa, Debi Irawari Jayanti Saputri, menjelaskan bahwa dapur gizi telah menyiapkan menu lengkap sesuai rekomendasi ahli gizi. Menu hari pertama terdiri atas nasi putih, ayam katsu, tahu saus tiram, sup sayur (follow), serta buah jeruk. Ia menyebut bahwa komposisi tersebut disusun untuk memastikan siswa menerima asupan gizi yang seimbang.

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302
IMG-20260317-WA0053(1)
IMG-20260321-WA0000
IMG-20260321-WA0136

“Untuk pendistribusiannya, ke depan kami akan sesuaikan dengan jadwal istirahat yang sebelumnya kami terima dari pihak sekolah,” ujarnya.

Debi menekankan bahwa variasi menu menjadi perhatian utama. Setiap hari, menu akan diganti agar penerima manfaat tidak merasa jenuh.

“Menu-nya pun akan selalu diganti setiap harinya. Hal itu kami lakukan agar para siswa tidak bosan dan tetap bersemangat menerima makanan bergizi,” ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, Debi juga menyoroti pentingnya pengawasan gizi. Ia menegaskan bahwa seluruh menu akan disesuaikan dengan rekomendasi ahli gizi agar kandungan nutrisi tetap terukur. Sikap ini menunjukkan keseriusan pelaksana dalam memastikan program tidak hanya berjalan formalitas, tetapi benar-benar memberi dampak kesehatan jangka panjang.

Lebih jauh, Debi menyampaikan harapannya agar pelaksanaan MBG dapat meningkatkan kualitas pendidikan. SPPG menilai bahwa anak yang mendapat asupan gizi cukup akan lebih fokus, lebih sehat, dan lebih siap mengikuti pelajaran.

“Karena sejatinya, program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam rangka menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas,” ungkapnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan di lapangan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk sekolah dan masyarakat. Distribusi harus tepat waktu dan tepat sasaran. Pengawasan kebersihan dapur dan kualitas bahan pangan harus dilakukan secara konsisten agar program tidak menimbulkan masalah baru, seperti risiko kontaminasi atau ketidaksesuaian gizi. Di sinilah pentingnya evaluasi rutin yang harus dilakukan secara jujur dan terbuka.

Dalam hal pengadaan bahan, SPPG memprioritaskan komoditas dari petani lokal dan pasar terdekat. Kebijakan itu disebut sebagai langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini juga sebagai bentuk komitmen kami agar warga di sekitar dapur bisa merasakan manfaat dengan adanya program tersebut,” tandas Debi.

Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga meminimalkan ketergantungan pada pemasok luar daerah.

BACA JUGA: Longsor Cilacap Renggut Satu Keluarga Perantau Asal Banjar

Secara keseluruhan, hari pertama pelaksanaan MBG di Banjarsari menunjukkan kesiapan teknis dan koordinasi yang cukup baik. Namun, keberhasilan program ini tidak dapat diukur dari satu hari kerja.

Konsistensi, pengawasan mutu, dan transparansi menjadi indikator penting yang perlu terus diperhatikan. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi betul-betul menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan anak-anak di Kabupaten Ciamis. (Revan, Rizky)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302
IMG-20260317-WA0053(1)
IMG-20260321-WA0000
IMG-20260321-WA0136

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan