Nusron Wahid Jabat Waka Satgas Hilirisasi Energi
infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, sebagai Wakil Ketua Bidang Penyediaan Lahan dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden pada 3 Januari 2025.
Dalam pernyataannya kepada media pada Kamis (16/1/2025), Menteri Nusron menyampaikan bahwa hilirisasi dan ketahanan energi merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo. Nusron menegaskan bahwa kementeriannya akan mendukung penuh agenda tersebut, terutama yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan ATR/BPN.
“Hilirisasi ini adalah bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kami di ATR/BPN tentu harus mendukung penuh, apalagi hilirisasi di sektor energi yang menjadi prioritas utama. Ini double prioritas,” ujar Nusron di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Satgas yang dibentuk melalui Keppres ini memiliki tugas mempercepat hilirisasi industri, khususnya di sektor energi, serta memastikan ketahanan energi nasional. Sebagai Wakil Ketua Bidang Penyediaan Lahan, Nusron memiliki tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan berbagai aspek terkait lahan dan tata ruang untuk mendukung percepatan program ini.
Nusron menjelaskan, peran ATR/BPN dalam Satgas akan difokuskan pada empat hal utama: penyediaan dan informasi tanah, pengelolaan dimensi tata ruang, percepatan perizinan, serta penanganan hambatan di sektor pertanahan. Ia menyebutkan bahwa aspek percepatan menjadi kata kunci dalam agenda ini.
“Masalah hilirisasi ini intinya adalah percepatan. Kita harus memastikan bahwa segala proses yang berkaitan dengan penyediaan lahan, tata ruang, dan perizinan dapat berjalan lebih cepat agar hasilnya segera terlihat,” ungkap Nusron.
Ia menambahkan, kementeriannya tengah merumuskan langkah-langkah strategis untuk memastikan kelancaran proses tersebut. Nusron juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung hilirisasi dan ketahanan energi.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antarinstansi sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan,” ujarnya.
Rapat perdana Satgas dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/1/2025). Menurut Nusron, rapat tersebut akan menjadi langkah awal untuk menyusun peta jalan dan strategi implementasi program hilirisasi.
“Besok pagi kita akan memulai rapat perdana. Ini momen penting untuk menyusun langkah konkret ke depan, mengingat hilirisasi dan ketahanan energi adalah program prioritas nasional,” tutur Nusron.
Ia optimistis, dengan koordinasi yang baik dan langkah-langkah yang tepat, program hilirisasi dapat memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Hilirisasi, terutama di sektor energi, diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.
Program hilirisasi dan ketahanan energi yang menjadi fokus Satgas ini merupakan bagian dari Asta Cita, delapan agenda besar yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Nusron menyebutkan bahwa program ini tidak hanya penting secara ekonomi, tetapi juga strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Presiden Prabowo selalu menekankan bahwa hilirisasi adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah dan kemandirian nasional. Tugas kami adalah memastikan semua aspek, termasuk penyediaan lahan, berjalan sesuai target,” kata Nusron.
Sebagai Menteri ATR/BPN sekaligus Wakil Ketua Satgas, Nusron berkomitmen untuk mempercepat proses-proses yang menjadi tanggung jawab kementeriannya. Ia mengingatkan bahwa hilirisasi membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kalau kita bicara percepatan, ini tidak hanya tanggung jawab satu pihak. Semua pihak harus bekerja sama agar hasilnya maksimal,” pungkasnya.
BACA JUGA: Hadiat Berikan Speaker untuk NU Cangkuang
Menteri Nusron memastikan bahwa Kementerian ATR/BPN akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung keberhasilan Satgas. Ia berharap langkah ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat dan mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri dan berdaya saing.
“Dengan hilirisasi, kita tidak hanya mengekspor bahan mentah. Kita menciptakan nilai tambah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Nusron.
Langkah awal Satgas ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam percepatan hilirisasi dan ketahanan energi, sejalan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (Redaksi/infopriangan.com)

