Pelayanan Desa Kosong Saat Kegiatan Resmi
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ketidakhadiran aparatur desa di kantor Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, pada hari pelaksanaan kegiatan penanaman pohon di Gunung Gede, menuai perhatian serius. Sejumlah warga menyayangkan kosongnya pelayanan publik pada hari itu, sementara kegiatan penanaman pohon tengah berlangsung di wilayah desa tersebut.
Acara penanaman pohon yang digelar pada Jumat (11/04/2025) merupakan hasil kerja sama antara Kesatuan Pemangkuan Hutan (KCD) Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta Pemerintah Kecamatan Rajadesa. Kegiatan itu bertujuan mendorong pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan ekosistem di kawasan perdesaan.
Namun, pada hari yang sama, kantor Desa Purwaraja tampak sepi tanpa satu pun aparatur desa yang berjaga. Kondisi ini membuat masyarakat kecewa karena tidak dapat mengakses layanan dasar seperti surat menyurat, administrasi kependudukan, atau sekadar berkonsultasi mengenai urusan desa.
Menanggapi hal tersebut, Plt Camat Rajadesa, Yudi menyatakan akan segera mengambil langkah tegas dengan memanggil Kepala Desa Purwaraja, Badri, untuk dimintai klarifikasi. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh dikorbankan meskipun ada kegiatan penting di luar kantor.
“Saya akan memanggil kepala desa untuk menanyakan langsung alasan di balik kosongnya pelayanan. Ini tidak bisa dibiarkan dan akan kami jadikan pelajaran bagi seluruh desa di wilayah Rajadesa,” tegasnya saat ditemui usai acara penanaman pohon.
Ia menambahkan bahwa ada 11 desa di bawah lingkup Kecamatan Rajadesa, dan semuanya diminta untuk tetap menjaga kualitas pelayanan publik, terutama dalam jam kerja. Menurutnya, keterlibatan desa dalam kegiatan lintas sektoral memang penting, tetapi harus diatur agar tidak mengganggu tugas pokok melayani masyarakat.
Pihak kecamatan mengaku belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Desa Purwaraja terkait absennya aparatur desa pada hari itu. Namun dari penelusuran awal, diduga sebagian besar perangkat desa turut hadir dalam acara penanaman pohon, sehingga meninggalkan kantor tanpa petugas.
Beberapa warga yang datang ke kantor desa pada hari tersebut mengaku kecewa karena tidak menemukan seorang pun yang bisa melayani mereka. Salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah jauh-jauh datang dari dusun untuk mengurus surat keterangan, namun harus pulang dengan tangan hampa.
“Saya kira hanya sebentar, ternyata tidak ada satu pun yang datang sampai sore. Harusnya, kalau pun ada kegiatan, tetap ada orang yang ditugaskan jaga kantor,” ujar warga tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen aparatur desa dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Banyak pihak menilai, meskipun kegiatan pelestarian lingkungan itu penting, bukan berarti pelayanan kepada warga bisa dikesampingkan begitu saja.
Camat menegaskan bahwa desa harus bisa membagi tugas dengan baik. Ia menyarankan agar ke depan, kegiatan luar kantor tetap disertai dengan sistem piket atau penjadwalan yang memungkinkan pelayanan tetap berjalan, meski dalam keterbatasan.
BACA JUGA: Pelayanan Kantor Desa Purwaraja Lumpuh
“Desa harus profesional. Jangan sampai masyarakat dirugikan. Kegiatan apapun bentuknya, pelayanan kepada warga harus tetap prioritas,” tambahnya.
BACA JUGA: Pelajar Dilarang Merokok di Mana pun Berada
Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Purwaraja belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Pihak kecamatan menyatakan akan menindaklanjuti persoalan ini dengan pendekatan pembinaan dan evaluasi kinerja.
Langkah pemanggilan terhadap kepala desa dinilai sebagai bentuk pengawasan yang perlu dilakukan secara konsisten. Masyarakat berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir dan menjadi bahan perbaikan bagi seluruh desa di Kecamatan Rajadesa. (Dena A Kurnia/infopriangan.com)

