Pengawasan Retribusi Wisata Pangandaran Lemah
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengawasan terhadap retribusi wisata di Kabupaten Pangandaran dinilai masih lemah dan belum optimal. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pangandaran, Rizky Fazri Gunawan, menegaskan bahwa sektor pariwisata sebagai salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) seharusnya dikelola secara lebih profesional dan transparan.
“Retribusi wisata ini seharusnya menjadi tulang punggung PAD. Tapi kenyataannya, pengawasannya masih jauh dari maksimal. Ada potensi besar yang terbuang percuma karena lemahnya sistem pengawasan,” ungkap Rizky, Selasa (28/02/2025).
Rizky menyebutkan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebenarnya sudah memiliki sistem pengawasan retribusi. Namun, ia mengkritik efektivitasnya yang hanya berjalan pada waktu-waktu tertentu, seperti akhir pekan atau musim liburan panjang. Menurutnya, pola kerja semacam ini membuat potensi kebocoran retribusi semakin besar.
“Kalau hanya aktif di hari tertentu, bagaimana kita bisa memastikan bahwa retribusi yang masuk sudah sesuai? Ini kan justru membuka peluang bagi penyimpangan,” katanya.
Lebih lanjut, Rizky mengusulkan agar sistem pengawasan berada di bawah kendali langsung Bapenda atau Badan Promosi Daerah untuk memastikan pengelolaannya lebih terorganisir. Ia juga menekankan pentingnya membentuk tim sinkronisasi data guna menciptakan integrasi yang lebih baik.
“Tim sinkronisasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa data pemasukan retribusi dan penggunaan anggarannya akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada data yang tidak sinkron atau tidak transparan,” tegas Rizky.
Rizky menambahkan, keterbukaan informasi terkait pemasukan dari sektor wisata menjadi kebutuhan mendesak. Publik, katanya, berhak tahu berapa besar kontribusi sektor wisata terhadap PAD dan bagaimana dana tersebut digunakan.
“Kalau wisata sedang ramai, masyarakat seharusnya bisa melihat secara jelas berapa pemasukan yang diperoleh. Dari sana, mereka juga perlu tahu bagaimana uang itu dimanfaatkan untuk pembangunan,” ujarnya.
Menurut Rizky, pengelolaan retribusi yang lebih baik tidak hanya akan meningkatkan PAD tetapi juga berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur, promosi wisata, dan kesejahteraan masyarakat.
Rizky mencontohkan, pendapatan dari retribusi dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas umum di destinasi wisata, seperti toilet, tempat parkir, dan aksesibilitas jalan.
“Pembangunan ini bukan hanya untuk menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar. Jika fasilitasnya baik, maka wisatawan akan kembali lagi,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa transparansi dalam pengelolaan keuangan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pelaku industri wisata terhadap pemerintah. Dengan begitu, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha akan berjalan lebih harmonis.
“Ini bukan semata-mata tugas pemerintah. Semua pihak, termasuk masyarakat dan pelaku industri, harus mendukung langkah ini agar pariwisata di Pangandaran semakin maju,” tegasnya.
Rizky mengakui bahwa membenahi pengawasan retribusi bukanlah hal mudah. Namun, ia yakin bahwa dengan komitmen yang kuat, pemerintah daerah bisa melakukan perubahan signifikan. Ia meminta Pemkab Pangandaran untuk lebih serius menangani isu ini agar potensi ekonomi sektor wisata tidak sia-sia.
“Kalau dikelola dengan benar, sektor wisata bisa menjadi kekuatan ekonomi utama Pangandaran. Tapi kalau terus begini, kita hanya akan jalan di tempat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa transparansi dalam pengelolaan PAD dari sektor wisata harus menjadi prioritas. Masyarakat perlu diajak untuk ikut mengawasi agar tidak ada celah bagi oknum tertentu untuk melakukan penyimpangan.
BACA JUGA: Petugas BKSDA Selamatkan Lumba-Lumba Terdampar
“Masyarakat harus tahu berapa uang yang masuk dari sektor wisata dan untuk apa saja dana itu digunakan. Dengan begitu, mereka bisa menilai apakah pengelolaannya sudah sesuai atau belum,” ujar Rizky.
Melalui pembenahan pengawasan dan pengelolaan yang lebih baik, Rizky optimistis sektor pariwisata Pangandaran dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan daerah. Ia berharap langkah ini dapat segera diambil oleh pemerintah agar potensi besar Pangandaran tidak terbuang sia-sia.
“Pangandaran ini punya potensi luar biasa. Tapi potensi saja tidak cukup kalau tidak didukung oleh pengelolaan yang profesional dan transparan. Sekarang waktunya kita berbenah,” pungkasnya. (KMP/infopriangan.com)

