Peternak Sapi di Kabupaten Pangandaran Harus Waspada Wabah PMK

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Para peternak sapi di Kabupaten Pangandaran harus benar-benar menjaga hewan ternaknya, karena Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran sudah mendapat informasi adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Suryadi mengatakan, bahwa dirinya sudah menerima informasi dari warga terkait adanya PMK.

“Iya, sementara kami baru menerima adanya PMK di Kecamatan Mangunjaya,” kata Suryadi.

Suryadi menambahkan, bahwa sekarang ini para peternak sapi di Kabupaten Pangandaran sedang diserang penyakit Lumpy Skin Disaese atau LSD. Namun menurut Suryadi sekarang ditambah dengan PMK yang dulu pernah gencar.

“Jadi, para peternak sapi itu harus waspada dengan penyakit yang dua itu,” tambah Suryadi.

Dijelaskan oleh Suryadi, bahwa penyakit tersebut datang dari luar Kabupaten Pangandaran, karena banyaknya para bakul sapi yang ceroboh membeli sapi dari luar Kabupaten Pangandaran.

“Para bakul itu kan biasanya beli sapi yang sakit karena murah, kemudian mereka menyembuhkannya di daerah sehingga bisa dijual dengan harga normal,” katanya.

Menurutnya, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran telah mengajukan 10 ribu dosis vaksin, dan baru terealisasi sebanyak 3.500 Vaksin.

“Kalau para bakul terus terusan membawa sapi dari luar yang sakit atau yang belum di vaksin, maka akan menjadi penambahan penyakit,” katanya.

Sebenarnya, kata Suryadi bahwa vaksin tersebut itu untuk memperkuat imun tubuh khusus sapi.

“Kalau bawa dari luar yang sakit jadi kan percuma,” jelasnya.

BACA JUGA: Bupati Sampaikan Keberhasilan Kabupaten Ciamis

Selanjutnya, bahwa dirinya belum menerima data berapa sapi yang terjangkit PMK tersebut, namun informasi itu sementara hanya lisan.

“Saya berharap, para peternak harus benar-benar menjaganya, apalagi sekarang sudah dekat ke Idul Adha, dan saya meminta kepada para bakul harus lebih teliti dan berpikir panjang, bukan melarang untuk membawa dari luar, tapi harus jaga juga para sapi yang sudah ada di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya. (Iwan Mulyadi/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan