Pohon Jengkol Tumbang Timpa Rumah Warga Cisaga

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis. Sebuah pohon jengkol dilaporkan roboh dan menimpa rumah milik warga di Dusun Kertaharja RT 01 RW 19, Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kejadian tersebut menimpa rumah milik Suryadi, warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon jengkol yang berada tidak jauh dari bangunan rumah itu diduga sudah dalam kondisi rapuh, terutama pada bagian akar yang terlihat keropos.
Kepala Desa Bangunharja, Carikin di lokasi menjelaskan bahwa peristiwa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului angin kencang maupun hujan deras.
“Tiba-tiba saja pohonnya roboh, tidak ada angin atau hujan sebelumnya,” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Saat peristiwa berlangsung, istri dan anak korban diketahui berada di dalam rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Warga menyebut kejadian itu sempat membuat panik penghuni rumah karena suara tumbang terdengar cukup keras.
“Di dalam ada istri dan anaknya, tapi alhamdulillah semuanya selamat,” kata Carikin.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan pada bagian rumah tidak dapat dihindari. Bagian atap dan beberapa struktur bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi pohon-pohon besar yang berada di sekitar permukiman. Terlebih jika secara kasat mata sudah terlihat tanda-tanda kerusakan seperti akar keropos atau batang yang lapuk.
Sejumlah warga berharap adanya perhatian dan langkah antisipatif dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau memang sudah terlihat rapuh, sebaiknya segera ditebang atau dipangkas supaya tidak membahayakan,” ujar ujarnya.
BACA JUGA: Polsek Rajadesa Intensifkan Patroli Ramadhan
Pasca kejadian perangkat desa dan warga sekitar bersama pemilik rumah bergotong royong membersihkan batang dan ranting pohon yang menimpa bangunan. Situasi di lokasi kini telah kondusif, namun bagian rumah yang rusak masih memerlukan perbaikan.
Kejadian ini menjadi catatan penting, terutama menjelang musim pancaroba, di mana perubahan cuaca kerap memperburuk kondisi pohon yang sudah tidak sehat. Kewaspadaan kolektif dan langkah preventif dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana serupa di lingkungan permukiman. (Herman)




