Polres Banjar Perketat Pengawasan Harga Sembako RI

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Banjar terus diperkuat. Jajaran Polres Banjar bersama Pemerintah Kota Banjar memperketat pengawasan pasar sekaligus menghadirkan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah konkret pengendalian harga di tingkat konsumen.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara rutin untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap dalam batas wajar. Ia menyampaikan bahwa pihaknya setiap hari turun langsung bersama dinas terkait guna memantau perkembangan harga di pasar tradisional.
“Setiap hari kami bersama pemerintah kota melakukan kontrol ke pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap dalam batas wajar. Sejauh ini tidak ada kenaikan signifikan, harga masih stabil,” ujarnya.
AKBP Didi menuturkan bahwa Gerakan Pangan Murah menjadi instrumen tambahan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan daya beli masyarakat. Dalam kegiatan yang digelar di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, sejumlah komoditas seperti beras, telur, dan minyak goreng dijual lebih murah dibandingkan harga pasaran. Ia menyebut selisih harga berkisar antara Rp1.000 hingga Rp3.000 per item.
“Selisihnya memang tidak terlalu besar, tetapi cukup membantu masyarakat,” katanya.
Menurutnya, penjualan dilakukan secara eceran agar masyarakat dapat membeli sesuai kebutuhan masing-masing, bukan dalam bentuk paket yang membatasi pilihan. Ia menekankan bahwa skema tersebut dirancang untuk menjaga asas keadilan dan keterjangkauan.
“Kami ingin warga bisa membeli sesuai kebutuhan, bukan dipaksa membeli paket tertentu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada harga di lapangan, tetapi juga pada distribusi barang. Ia memastikan aparat akan menindak jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat.
“Kami ingin memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan. Jangan sampai ada praktik penimbunan atau permainan harga,” tandasnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa stabilitas harga bukan semata-mata tanggung jawab aparat atau pemerintah daerah. Ia menilai para pedagang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pasar yang sehat dan transparan.
“Kami mengajak pedagang untuk tetap menjual dengan harga wajar. Stabilitas harga adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pemantauan tim gabungan, ia menyebut ketersediaan bahan pokok di Kota Banjar masih dalam kondisi aman dan belum ditemukan indikasi kelangkaan. Distribusi dinilai berjalan normal meskipun pengawasan tetap dilakukan secara intensif.
“Sampai saat ini stok aman dan tidak ada lonjakan harga signifikan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan dari empat kecamatan yang memasarkan produk pertanian unggulan masing-masing. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian dari strategi memperkuat pemasaran hasil pertanian sekaligus memotong rantai distribusi yang terlalu panjang.
“Kami ingin produk lokal semakin dikenal dan terserap pasar secara langsung,” jelasnya.
BACA JUGA: Dorongan Realisasi Pelabuhan Cilautereun Menguat
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari saat kegiatan berlangsung. Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Ia pun membuka ruang pengaduan bagi warga yang menemukan lonjakan harga tidak wajar di pasaran.
“Jika masyarakat menemukan harga yang tidak wajar, silakan laporkan. Kami siap melakukan pengecekan dan penindakan bila diperlukan,” pungkasnya.
Sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat secara berkelanjutan. Langkah pengawasan yang konsisten, transparan, dan terukur menjadi kunci agar stabilitas harga tidak sekadar klaim, melainkan benar-benar dirasakan masyarakat. (Johan)




