Relawan Dapur SPPG Banjarsari Dilatih Damkar Cegah Kebakaran
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarsari milik Yayasan Al Hikam An Nawawi di Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menggandeng petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melatih para relawannya menghadapi potensi kebakaran di lingkungan dapur kerja. Kegiatan edukatif ini difokuskan pada pembekalan teori sekaligus praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah pencegahan dini.
Pelatihan berlangsung interaktif. Para relawan tidak hanya menerima materi mengenai penyebab dan risiko kebakaran di dapur, tetapi juga diberi kesempatan melakukan simulasi pemadaman api langsung di bawah bimbingan petugas Damkar. Suasana pelatihan tampak serius namun antusias, karena para peserta menyadari pentingnya keterampilan tersebut dalam menunjang keselamatan kerja sehari-hari.
Kepala SPPG Banjarsari, Rai Galih Gaothama, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif yang harus dimiliki setiap relawan dan staf dapur. Menurutnya, dapur merupakan area dengan tingkat risiko kebakaran yang cukup tinggi karena aktivitas memasak berlangsung setiap hari menggunakan api dan peralatan pemanas.
“Pelatihan ini membekali keterampilan relawan dan staf dalam menanggulangi kebakaran di dapur,” ujarnya. Sabtu, (28/03/2026).
Rai menjelaskan, pelatihan tersebut sangat penting agar para relawan sigap melakukan pertolongan pertama ketika muncul potensi kebakaran di tempat mereka bertugas. Dengan bekal pengetahuan dan praktik langsung, diharapkan mereka tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
“Ini merupakan salah satu upaya pencegahan dini. Apabila ada potensi kebakaran di dapur, para relawan dan staf dapat segera mengatasi agar api tidak membesar dan bisa cepat dipadamkan,” ungkapnya.
Rai menambahkan, keberadaan SPPG sebagai dapur penyedia makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat aktivitas memasak berlangsung dalam skala besar dan intensitas tinggi. Hal tersebut, kata dia, tentu menuntut kesiapan sumber daya manusia dalam aspek keselamatan kerja.
Sementara itu, Petugas Damkar dari Pos WMK Banjarsari, Dikri Nur Dena Tama, mengapresiasi inisiatif pihak SPPG yang proaktif meminta pelatihan. Menurutnya, langkah ini menunjukkan kesadaran tinggi terhadap pentingnya mitigasi risiko kebakaran di lingkungan kerja.
“Pelatihan APAR dan sosialisasi edukasi ini sangat penting dalam rangka mengurangi potensi kebakaran saat operasional dapur berlangsung,” katanya.
Dikri menjelaskan, sebagian besar kebakaran di dapur umumnya disebabkan oleh kelalaian kecil, seperti kebocoran gas, minyak panas yang meluap, atau percikan api yang tidak terkendali. Karena itu, pemahaman dasar tentang karakter api dan cara memadamkannya menjadi keterampilan wajib bagi para pekerja dapur.
BACA JUGA: Jelang Operasional, SPPG Ciamis Matangkan SDM dan Pangan
Dalam sesi praktik, relawan diajarkan teknik dasar menggunakan APAR, mulai dari cara memegang, menarik pin pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, hingga menyemprotkan media pemadam dengan benar. Para peserta juga diingatkan untuk selalu memperhatikan arah angin dan menjaga jarak aman saat memadamkan api.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG Banjarsari tidak hanya mampu bekerja menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan dapur dari potensi bahaya kebakaran. Edukasi semacam ini dinilai penting sebagai budaya kerja yang mengedepankan aspek keselamatan dan pencegahan risiko sejak dini. (Revan,Rizky)

