Siswi SD Cisompet Garut Raih Juara 2 FTBI Jawa Barat 2025
infopriangan.com, BERITA GARUT. Prestasi membanggakan diraih oleh seorang siswi Sekolah Dasar dari pelosok selatan Garut. Ia adalah Desliva Nurfatiha Qirani, siswa SDN 3 Jatisari, Kecamatan Cisompet, yang sukses menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jawa Barat 2025, Desliva meraih Juara 2 cabang Ngadongeng golongan putri.
Ajang FTBI sendiri merupakan kompetisi tahunan yang digelar oleh pemerintah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah. Tahun ini, lomba tingkat provinsi digelar di Kota Bandung dan diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Desliva yang lahir di Kampung Singatuwuh, Cisompet, mengaku tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Ia menceritakan bahwa perjuangannya menuju tingkat provinsi cukup panjang.
“Aku harus bersaing dengan 40 peserta di tingkat kecamatan dan 42 peserta di tingkat kabupaten. Alhamdulillah semuanya bisa dilewati,” tuturnya dengan wajah ceria.
Setelah menjuarai FTBI tingkat kecamatan dan kabupaten, Desliva mewakili Kabupaten Garut untuk bersaing di tingkat provinsi. Ia tampil membawakan dongeng berbahasa Sunda dengan penuh penghayatan dan ekspresi. Juri menilai penampilannya kuat dalam penyampaian pesan moral dan penguasaan bahasa.
“Alhamdulillah di tingkat kecamatan dan kabupaten aku jadi juara satu. Maunya sih, di tingkat provinsi juga juara satu, tapi ya, itulah hasilnya. Walau begitu aku tetap bangga,” katanya.
Meski hanya meraih posisi kedua, Desliva mengaku sangat bersyukur. Ia juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada pesaingnya dari Kabupaten Subang, Aysel Melody Dirly, yang berhasil meraih Juara 1. Sementara di posisi ketiga ditempati oleh Mutiara Almira Yusuf asal Kabupaten Karawang.
“Aku mengakui keunggulan teman dari Subang, tapi aku juga senang bisa tampil lebih baik dari beberapa peserta lain. Yang penting aku sudah berusaha maksimal,” ujarnya.
Selain membanggakan keluarga dan sekolahnya, Desliva merasa bangga dapat mewakili Kabupaten Garut. Menurutnya, pengalaman tampil di panggung besar dan bertemu teman-teman dari berbagai daerah menjadi hal berharga yang tidak akan ia lupakan. “Pengalamannya menyenangkan banget. Aku bisa tampil di panggung megah dan kenal dengan banyak teman baru,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN 3 Jatisari, Aminudin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian siswinya itu. Ia menilai Desliva sebagai anak yang disiplin, tekun, dan memiliki semangat belajar tinggi.
BACA JUGA: Kadus Sukaharja Bongkar Masalah Internal Pemdes Petir Hilir
“Terus terang, saya bangga sekali dengan prestasi Desliva. Ia bukan hanya berprestasi di bidang seni dan budaya, tapi juga termasuk siswa berprestasi di bidang akademik,” ujar Aminudin. Jumat, (10/10/2025).
Ia berharap, keberhasilan Desliva menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani tampil dan menunjukkan kemampuan di berbagai bidang. “Semoga apa yang diraih Desliva menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain, terutama dalam melestarikan bahasa daerah,” harapnya.
Prestasi Desliva menjadi bukti bahwa potensi siswa di daerah pedesaan juga bisa bersinar di tingkat provinsi. Melalui semangat belajar dan dukungan guru serta orang tua, anak-anak seperti Desliva menunjukkan bahwa mencintai bahasa ibu bukan hanya soal budaya, tapi juga soal jati diri. (Liklik)

