Stok Bahan Pokok Garut Aman Saat Ramadhan

infopriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus memantau ketersediaan dan harga bahan pokok selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan menyusul adanya kenaikan harga sejumlah komoditas di beberapa pasar rakyat sejak awal Ramadhan.

Beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng, beras, gula pasir, dan bawang merah dilaporkan mengalami kenaikan harga. Meski demikian, Pemkab Garut memastikan bahwa stok bahan pangan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran nanti.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Efendy, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala.

“Kami pastikan untuk warga Garut hingga Lebaran nanti stok bahan pangan aman,” ujarnya di Garut. Minggu, (01/03/2026).

Ia menjelaskan, seluruh pasar rakyat berada dalam pengawasan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pasar Induk Guntur Ciawitali sebagai pusat distribusi utama di Garut. Menurutnya, pemantauan dilakukan setiap hari guna memastikan ketersediaan stok dan perkembangan harga tetap terkendali.

Ridwan juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan beras di gudang. Dari hasil koordinasi tersebut, tercatat sekitar 7.090 ton beras kemasan 50 kilogram dan 12,6 ton beras SPHP siap didistribusikan ke pasar. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Stok beras di gudang tersedia cukup untuk kebutuhan pasar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya menambahkan.

Selain memastikan ketersediaan stok, Pemkab Garut juga melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi agar tidak terjadi permainan harga. Ridwan menjelaskan, sesuai dengan Permendag Nomor 43 Tahun 2025, skema penyaluran Minyakita kini dilakukan langsung oleh Perum Bulog dan ID Food kepada pedagang eceran di pasar rakyat.

“Skema direct supply ini bertujuan memutus rantai distribusi agar harga tetap terjaga,” ujarnya.

Dengan distribusi langsung, diharapkan tidak ada perantara yang dapat menyebabkan kenaikan harga di tingkat konsumen.

Upaya lain yang disiapkan pemerintah daerah adalah pelaksanaan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, dibentuk pula Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang berkantor di Dinas Ketahanan Pangan (DKP). Satgas ini bertugas melakukan pengawasan, termasuk inspeksi mendadak ke pasar-pasar.

Ridwan menuturkan, langkah-langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri yang biasanya diiringi peningkatan permintaan.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif menjaga stabilitas pasar. Ia meminta warga tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

BACA JUGA: Wabup Garut Tinjau SLB-C Karya Bhakti

“Belanjalah sewajarnya. Jika masyarakat menemukan harga pangan yang tidak wajar atau melampaui HET secara signifikan, silakan melapor ke Sekretariat Satgas Pangan di Dinas Ketahanan Pangan,” katanya.

Dengan pengawasan intensif, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, Pemkab Garut optimistis ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan hingga Lebaran 2026 tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang. (Liklik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan