Tanpa Anggaran, ORARI Banjar Andalkan Solidaritas
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan langkah Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Banjar untuk tetap menjalankan perannya di tengah masyarakat. Kondisi tersebut kembali mengemuka dalam Musyawarah Lokal (Muslok) ke-VI ORARI Lokal Kota Banjar yang digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, di salah satu hotel di Kota Banjar.
Dalam forum musyawarah tersebut, para anggota kembali memberikan kepercayaan penuh kepada Yana S Bachyan untuk memimpin ORARI Lokal Kota Banjar periode 2026–2029. Pemilihan dilakukan secara aklamasi, menandai kali ketiga Yana dipercaya menakhodai organisasi tersebut.
Yana menjelaskan bahwa ORARI merupakan organisasi profesional yang beranggotakan amatir radio murni, bukan organisasi berbasis kehormatan. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota, tanpa terkecuali, harus mengikuti mekanisme organisasi yang sama sejak awal.
“ORARI bukan organisasi kehormatan. Semua anggota ikut ujian dan berproses sesuai aturan,” tegas Yana.
Ia juga menyinggung keberagaman latar belakang anggota ORARI Lokal Kota Banjar, termasuk yang berasal dari instansi pemerintah maupun sektor lainnya. Menurutnya, status di luar organisasi tidak memberikan keistimewaan apa pun dalam ORARI.
“Di ORARI tidak ada perlakuan khusus. Semua berdiri sejajar sebagai amatir radio,” ujarnya.
Terkait dukungan anggaran, Yana mengakui hingga saat ini ORARI Lokal Kota Banjar belum menerima bantuan dana operasional rutin dari pemerintah daerah. Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pemerintah tetap memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas penunjang.
“Kami memang tidak mendapat anggaran operasional, tapi difasilitasi sarana dan prasarana seperti sekretariat, perangkat radio, antena, dan kendaraan,” kata Yana.
Keterbatasan dana tersebut, lanjut Yana, diatasi dengan mengandalkan kekuatan internal organisasi. ORARI Lokal Kota Banjar menjalankan berbagai kegiatan dengan sistem swadaya yang bersumber dari iuran dan sumbangan sukarela anggota.
“Kami mengandalkan solidaritas anggota. Tidak ada pungutan wajib, semuanya sukarela,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa melalui mekanisme sirkulir, ORARI Lokal Kota Banjar mampu menghimpun dana sekitar Rp15 juta. Nominal sumbangan pun bervariasi, menyesuaikan kemampuan masing-masing anggota.
“Ada yang memberi Rp50 ribu, Rp100 ribu, sampai Rp500 ribu. Tidak ada tekanan sama sekali,” ungkap Yana.
Dana hasil swadaya tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan pelayanan komunikasi, terutama pada momen-momen strategis. Yana menyebutkan keterlibatan ORARI dalam pengamanan komunikasi saat hari raya keagamaan, perayaan Natal, hingga peringatan Hari Jadi Kota Banjar.
“Dana itu juga kami gunakan untuk kebutuhan dasar anggota saat bertugas di lapangan,” ujarnya.
Muslok ke-VI tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga forum evaluasi kinerja pengurus sebelumnya serta perumusan program kerja tiga tahun ke depan. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan peran ORARI dalam komunikasi kebencanaan.
BACA JUGA: ORARI Banjar Perkuat Peran Komunikasi Kebencanaan
“Kami ingin ORARI semakin siap ketika dibutuhkan dalam situasi darurat,” kata Yana.
Ia berharap solidaritas dan keikhlasan anggota tetap terjaga agar ORARI Lokal Kota Banjar mampu terus berkontribusi bagi masyarakat, meski dengan segala keterbatasan.
“Dengan kebersamaan, kami optimistis ORARI tetap bisa bermanfaat,” pungkasnya. (Johan)

