Teras Rumah Lansia di Ciamis Ambruk Diterjang Hujan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan teras rumah milik seorang janda lanjut usia di Dusun Cigaleuh Wetan, Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, rumah tersebut diketahui milik seorang perempuan lanjut usia bernama Narki yang kini berusia 76 tahun. Warga menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi ketika hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut dan disertai angin kencang yang berlangsung beberapa saat.
Warga menuturkan bahwa bagian teras rumah tiba-tiba runtuh saat hujan masih berlangsung. Mereka mengatakan bahwa kondisi bangunan yang sudah cukup lama diduga menjadi salah satu faktor yang membuat bagian teras tidak mampu menahan terpaan cuaca ekstrem tersebut.
“Ambruknya pas hujan besar dan anginnya juga cukup kencang. Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Warga lainnya menjelaskan bahwa sebelum runtuh, bagian teras rumah sempat terlihat rapuh. Mereka menyebut hujan deras yang turun pada sore hari itu diduga memperparah kondisi bangunan hingga akhirnya roboh.
Ia mengatakan bahwa saat kejadian, Ibu Narki berada di dalam rumah sehingga sempat membuat warga khawatir. Namun beruntung korban berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Ibu Narki selamat, hanya teras rumahnya saja yang ambruk,” kata seorang warga.
Setelah kejadian tersebut, sejumlah warga langsung berdatangan ke lokasi untuk memastikan kondisi korban serta melihat kerusakan yang terjadi pada rumah tersebut. Mereka mengaku turut prihatin mengingat pemilik rumah merupakan seorang lansia yang tinggal seorang diri.
Warga menjelaskan bahwa pembersihan puing-puing bangunan belum dapat dilakukan pada hari yang sama. Mereka menyebut kondisi cuaca yang masih hujan serta waktu kejadian yang sudah mendekati waktu berbuka puasa menjadi alasan kegiatan gotong royong ditunda.
Seorang warga mengatakan bahwa proses pembersihan dan perbaikan sementara direncanakan akan dilaksanakan pada keesokan hari bersama warga setempat.
“Tadi belum bisa dibersihkan karena masih hujan dan sudah mendekati waktu berbuka. Rencananya besok warga akan bergotong royong membersihkan,” ujarnya.
Sementara itu, demi alasan keselamatan, Ibu Narki untuk sementara waktu tidak tinggal di rumahnya. Warga menyebutkan bahwa korban kini mengungsi ke rumah anaknya yang masih berada di lingkungan RT yang sama.
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut diambil agar korban tetap aman hingga kondisi rumah memungkinkan untuk kembali ditempati.
“Sekarang Ibu Narki sementara tinggal di rumah anaknya yang masih satu RT,” kata warga.
BACA JUGA: Dugaan Penipuan Oknum ASN Disnaker Banjar Disorot
Melihat kondisi tersebut, warga berharap adanya perhatian dari berbagai pihak untuk membantu perbaikan rumah milik Ibu Narki. Mereka menilai bantuan sangat dibutuhkan mengingat usia korban yang sudah lanjut dan keterbatasan kemampuan untuk memperbaiki rumahnya sendiri.
Warga menyampaikan bahwa saat ini Ibu Narki masih membutuhkan bantuan, terutama berupa material bangunan maupun dukungan lain agar rumahnya bisa kembali diperbaiki dan layak dihuni.
“Mudah-mudahan ada bantuan untuk memperbaiki rumah Ibu Narki karena beliau sudah lansia,” ujar warga berharap. (Dena A Kurnia)

