Warga Kertahayu Pertanyakan Laptop Program Desa
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sejumlah warga Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis mulai mempertanyakan pengadaan laptop dalam program pengembangan informasi desa. Hingga akhir Juli 2025, perangkat utama tersebut belum terlihat keberadaannya di kantor desa, meski program sudah berjalan dan peralatan pendukung lainnya seperti printer telah dibeli.
Salah seorang tokoh masyarakat menyebutkan bahwa informasi mengenai belum dibelinya laptop sudah beredar di kalangan warga sejak beberapa minggu lalu. Ia mengaku, beberapa warga bahkan sudah menanyakan langsung ke Pejabat Pengelola Kegiatan (PPK).
“Warga ingin tahu kejelasannya. Kami dengar langsung dari PPK bahwa laptop memang belum dibeli,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Apalagi, program tersebut menggunakan anggaran dana desa tahap I tahun 2025. Ia menegaskan, keterlambatan pengadaan laptop bisa saja memunculkan kecurigaan di tengah warga jika tak segera dijelaskan secara terbuka.
“Kami tidak menuduh macam-macam. Tapi kalau dibiarkan berlarut, wajar kalau warga bertanya-tanya,” ucapnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Kertahayu, Hendar, memberikan penjelasan. Ia membenarkan bahwa laptop belum tersedia, namun bukan karena unsur kesengajaan. Menurutnya, pemerintah desa mengalami kendala dalam mencari unit laptop dengan spesifikasi yang sesuai kebutuhan.
“Kami sudah cari sejak awal ke beberapa toko di Ciamis dan daerah lain, termasuk lewat toko online. Baru beberapa hari ini kami dapat yang sesuai, langsung kami pesan,” ujar Hendar saat dikonfirmasi. Selasa, (30/7/2025).
Hendar juga menambahkan, program ini tidak hanya melibatkan laptop, tapi juga printer dan kamera DSLR yang sudah lebih dulu dibeli. Hendar menegaskan, pemerintah desa tidak ingin gegabah dalam menggunakan anggaran.
“Ini menyangkut pertanggungjawaban. Kami pastikan laptop akan tiba hari ini atau besok,” tegasnya.
BACA JUGA: Ciamis Apresiasi Program Keluarga dan KB Lestari
Hendar mengapresiasi perhatian warga terhadap jalannya program desa. Ia menyebut pengawasan dari masyarakat adalah bentuk kepedulian yang konstruktif.
“Kami terbuka terhadap masukan. Ini bukti masyarakat peduli terhadap kemajuan desa,” pungkasnya. (Revan, Rizky/infopriangan.com)

