Workshop Ciamis Tegaskan Komitmen Lawan Korupsi
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis baru-baru ini mengadakan Workshop Pencegahan Korupsi dengan tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Ciamis Unggul”. Acara tersebut bertempat di aula Setda pemerintah kabupaten dan dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga kepala desa dari seluruh wilayah Ciamis.
Didik Agung Widjanarko, perwakilan dari KPK yang hadir sebagai pembicara utama, menegaskan pentingnya membangun budaya anti-korupsi di semua lini pemerintahan. Ia menyampaikan,
“Korupsi bukan hanya tindakan mengambil hak orang lain, tetapi juga mencederai kepercayaan publik. Oleh karena itu, kita semua harus bergerak bersama untuk memberantasnya,” tegasnya.
Dalam paparannya, Didik menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tugas lembaga seperti KPK, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepala desa, sebagai ujung tombak pelayanan publik, harus lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran desa.
“Dana desa adalah amanah untuk pembangunan, bukan untuk kepentingan pribadi. Saya berharap semua kepala desa di Ciamis memahami hal ini,” ujar Didik.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa KPK akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap program pemerintah daerah. Tujuannya adalah memastikan bahwa pengelolaan anggaran berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel.
Sinergi Antar-Pemangku Kepentingan
Bupati Ciamis, dalam sambutannya, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Kami tidak ingin mendengar ada kasus korupsi di Ciamis. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia juga meminta Forkopimda, OPD, camat, dan kepala desa untuk lebih proaktif dalam mencegah potensi korupsi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperkuat sistem pengawasan internal dan meningkatkan transparansi dalam pelaporan keuangan.
Para camat dan kepala desa yang hadir juga mengungkapkan pandangan mereka. Salah satu kepala desa mengatakan,
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Banyak hal yang harus kami pelajari agar terhindar dari kesalahan dalam pengelolaan dana desa,” ungkapnya.
Workshop ini tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai berbagai permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. Salah satu camat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya transparansi.
Menanggapi hal itu, Didik memberikan saran agar pemerintah daerah melakukan edukasi publik secara rutin.
“Edukasi adalah kunci. Jika masyarakat memahami bagaimana anggaran digunakan, mereka akan menjadi pengawas alami untuk mencegah korupsi,” jelasnya.
Workshop ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting, seperti penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan, peningkatan kualitas pelatihan pengelolaan anggaran, dan penerapan teknologi untuk meminimalkan celah korupsi.
Para peserta meninggalkan acara dengan semangat baru. Seorang kepala OPD mengatakan, acara ini sangat bermanfaat. Saya merasa lebih termotivasi untuk menjaga integritas dalam bekerja.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Ciamis dapat menjadi daerah yang tidak hanya unggul dalam pembangunan, tetapi juga bebas dari praktik-praktik korupsi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Didik di akhir acara, “Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Mari kita mulai dari diri kita sendiri,” pangkas.
Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2024, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengadakan workshop bertema “Teguhkan Komitmen, Berantas Korupsi, untuk Ciamis Unggul” di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, pada Kamis 5 Desember 2024.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberantas korupsi demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemberantasan korupsi yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kabupaten Ciamis berkomitmen menjadi barisan masa depan dalam mencegah dan memberantas korupsi. Kami terus berupaya keras menjaga tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan Ciamis yang bersih dan unggul,” ujarnya.
Kabupaten Ciamis memiliki luas wilayah 1.595,94 km² dengan populasi sebanyak 1.251.549 jiwa. Mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian, khususnya pada komoditas jagung, cabai, dan kopi. Selain itu, Ciamis juga sedang mengembangkan sektor pariwisata berbasis desa yang tetap menjaga budaya dan kearifan lokal.
Dalam laporan Pj. Bupati, disebutkan bahwa upaya perbaikan tata kelola pemerintah daerah telah menunjukkan hasil positif.
Nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) Ciamis pada tahun 2024 mencapai 81, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan progres yang signifikan dalam pengelolaan pemerintahan yang akuntabel.
“Kami akan terus meningkatkan kinerja ini, didukung bimbingan dan supervisi dari KPK, agar ke depan nilai ini bisa semakin baik,” tambahnya.
Deputi KPK, Budi Agung, yang turut hadir dalam acara ini, memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendukung program pemberantasan korupsi.
“Korupsi adalah masalah global yang berdampak pada kemiskinan dan pembangunan. Kami mengapresiasi langkah Ciamis yang telah menunjukkan komitmen melalui berbagai program pencegahan korupsi,” ungkapnya.
Deputi KPK juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia bebas korupsi.
“Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang ditetapkan pada 9 Desember oleh Majelis Umum PBB, adalah momentum yang tepat untuk menguatkan semangat bersama dalam melawan korupsi,” tambah budi.
BACA JUGA: Bawang Putih, Bumbu Dapur dengan Segudang Manfaat
Workshop ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai instansi, termasuk perwakilan dari organisasi perangkat daerah, kecamatan, dan desa. Peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi pencegahan korupsi, pentingnya transparansi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap melalui kegiatan ini, semangat anti-korupsi dapat terus ditanamkan di setiap lini pemerintahan dan masyarakat. Dengan begitu, cita-cita menjadikan Ciamis sebagai daerah yang unggul, maju, dan bebas dari korupsi dapat tercapai. (Rini/infopriangan.com)








