Cuaca Ekstrem Banjar, Mitigasi Jangan Lengah
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Banjar, Senin (2/3/2026) sore, tidak hanya menyebabkan sejumlah pohon tumbang di Kecamatan Banjar, tetapi juga menjadi alarm keras atas pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan pendataan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjar, beberapa titik terdampak pohon tumbang sempat mengganggu akses jalan warga. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kejadian tersebut dinilai sebagai sinyal meningkatnya risiko di tengah cuaca yang kian tidak menentu.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, menegaskan bahwa perubahan pola cuaca belakangan ini menuntut kewaspadaan kolektif. Ia mengatakan peristiwa tersebut harus dibaca sebagai pengingat agar kesiapan menghadapi potensi bencana tidak bersifat reaktif, melainkan preventif dan berkelanjutan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kita harus selalu siap menghadapi potensi bencana, terutama saat intensitas hujan tinggi disertai angin kencang. Mitigasi dan kewaspadaan harus dimulai dari lingkungan terkecil,” ujar Ruhimat.
Menurutnya, mitigasi tidak cukup dilakukan saat bencana telah terjadi. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sederhana namun konsisten, seperti memeriksa kondisi pohon besar di sekitar rumah, memangkas dahan yang rapuh, serta memastikan saluran drainase berfungsi optimal untuk mencegah genangan dan limpasan air.
BPBD juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan informasi peringatan dini cuaca dari instansi terkait. Saat hujan deras dan angin kencang berlangsung, warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama di area yang rawan pohon tumbang, baliho berisiko roboh, maupun bangunan semi permanen.
“Keselamatan adalah prioritas. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap berada di tempat yang aman hingga kondisi cuaca membaik,” katanya.
Dalam konteks kebencanaan, Ruhimat menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci respons cepat di lapangan. Penanganan pohon tumbang sebelumnya melibatkan unsur TNI, Polri, PMI, relawan kebencanaan, serta partisipasi warga sekitar. Sinergi tersebut dinilai efektif dalam mempercepat proses evakuasi dan pemulihan akses jalan.
Ia juga menyampaikan bahwa cuaca ekstrem tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa musiman biasa. Intensitas hujan tinggi dalam durasi singkat berpotensi memicu tidak hanya pohon tumbang, tetapi juga banjir lokal hingga kerusakan infrastruktur ringan. Karena itu, edukasi kebencanaan harus terus diperkuat agar masyarakat memahami risiko sekaligus tahu langkah antisipatif yang perlu dilakukan.
BACA JUGA: Safari Gemar Ikan Ciamis Didorong Serius
Ke depan, BPBD Kota Banjar berkomitmen meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan personel, termasuk melakukan pemetaan wilayah rawan serta sosialisasi mitigasi kepada masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian dan mempercepat respons ketika bencana terjadi.
“Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Cuaca saat ini cukup ekstrem dan bisa membahayakan. Mari saling mengingatkan, menjaga keluarga, dan segera berkoordinasi dengan petugas jika menemukan situasi yang berpotensi menimbulkan risiko,” pungkasnya. (Johan)

