PPDI Ciamis Tegas Sikapi Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oknum

infopriangan com, BERITA CIAMIS. Silaturahmi Akbar PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Kabupaten Ciamis yang digelar dan diikuti lebih dari seribu perangkat desa dan puluhan kepala desa menjadi panggung konsolidasi besar atas keresahan yang mengemuka akhir-akhir ini.

Panitia menyampaikan bahwa acara itu merupakan bentuk solidaritas terhadap dugaan intimidasi dan pemerasan yang dilakukan seorang oknum mengaku jurnalis terhadap Pemerintah Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302
IMG-20260317-WA0053(1)
IMG-20260321-WA0000
IMG-20260321-WA0136

Ketua PPDI Ciamis, Ahmad Himawan, dalam sambutannya pada waktu itu menegaskan bahwa forum ini tidak dimaksudkan untuk memperkeruh hubungan antara pemerintah desa dan insan pers.

“Pemerintah desa tetap terbuka terhadap rekan-rekan pers. Hubungan baik jangan sampai rusak hanya karena ulah satu oknum,” ujarnya.

Ahmad Himawan juga menegaskan, PPDI harus bersikap ketika perangkat desa merasa terancam atau ditekan.

Sejumlah perangkat desa dari kecamatan lain juga mengaku pernah mengalami tindakan serupa dari oknum yang sama. Mereka membawa berbagai bukti, mulai dari foto, kwitansi, rekaman video, hingga rekaman CCTV.

Seorang perangkat desa mengatakan bahwa mereka hadir bukan semata untuk menyatakan dukungan kepada Mangkubumi, tetapi juga untuk memastikan praktik seperti ini tidak dianggap lumrah dan tidak dibiarkan.

Rangkaian acara diisi dengan penyampaian sikap dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Mangkubumi, Camat Sadananya, Kepala Dinas DPMD, Kapolsek Ciamis, Ketua APDESI, hingga orasi penutup dari Ketua PPDI. Namun, justru pada momen penutup itu muncul insiden yang membuat acara menjadi viral.

Saat Ahmad Himawan tengah menegaskan bahwa yang menjadi persoalan utama adalah ulah seorang oknum yang mengaku wartawan, tiba-tiba Kades Mekarmukti, Asep Ari, masuk ke tengah kerumunan peserta. Ia memotong orasi sambil berteriak tanpa mikrofon. Karena videonya tersebar tanpa konteks lengkap, sebagian masyarakat menafsirkan pernyataan itu sebagai serangan terhadap profesi jurnalis secara menyeluruh.

Seorang peserta menyayangkan penyebaran video pendek tersebut. Ia mengungkapkan, “Itu momen spontan, suasana forum sedang panas. Yang dipersoalkan dari awal jelas oknum, bukan wartawan sebagai profesi.” Menurutnya, publik semestinya melihat rangkaian utuh acara, bukan hanya potongan rekaman.

Menanggapi polemik yang meluas, Kades Ari Ibro kemudian membuat video klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud merendahkan, apalagi menyerang jurnalis.

“Saya minta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Saya bersemangat, dan yang saya maksud adalah oknum yang dibahas sejak awal acara,” katanya.

Proses klarifikasi tidak berhenti di situ. Dalam pertemuan bersama beberapa organisasi wartawan seperti PWI, IJTI, IPJI, dan IWO, Kades Ari kembali menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan situasi sebenarnya dan menyatakan komitmen untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah desa dan media.

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Digelar di Banjar

Para jurnalis yang hadir menerima penjelasannya. Ketua PWI Ciamis, Antik, menilai bahwa insiden itu harus menjadi pembelajaran bersama agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan sepihak.

“Kami ingin hubungan pers dan pemerintah desa tetap sehat dan saling menguatkan,” tegasnya. Minggu, (24/11/2025).

Dengan demikian, Silaturahmi Akbar PPDI yang awalnya digelar untuk menegaskan sikap terhadap praktik pemerasan oknum, akhirnya juga menjadi ruang dialog yang memperbaiki komunikasi antara perangkat desa dan insan pers. Di tengah dinamika informasi yang cepat memanas di media sosial, acara ini mengingatkan pentingnya kehati-hatian, klarifikasi, dan keterbukaan agar persoalan tidak melebar tanpa kendali. (Gani)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302
IMG-20260317-WA0053(1)
IMG-20260321-WA0000
IMG-20260321-WA0136

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan